Limbah Medis di Bekasi Dibuang pada Malam Hari

Limbah Medis di Bekasi Dibuang pada Malam Hari
Limbah medis yang ditemukan di Zona IV TPA Sumurbatu, milik Pemkot Bekasi, merupakan hasil investasi dari KPNas baru-baru ini. (Foto: Suara Pembaruan/Mikael Niman)
Mikael Niman / HS Rabu, 8 Juli 2020 | 11:38 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Para pemulung di tempat pembuangan akhir (TPA) Sumurbatu, milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengatakan sampah medis di Zona IV biasanya dibuang saat tengah malam. Limbah medis tersebut sudah terlihat sejak awal Juni 2020 lalu.

“Sejak awal Juni sudah ditemukan masker, bungkus obatan,” ujar Jaenal (40), salah satu pemulung, Selasa (7/7).
Hal senada juga dikatakan pemulung lainnya yang mulai mencurigai keberadaan limbah medis tersebut sejak beberapa waktu lalu.

Penjelasan Jaenal dan pemulung lainnya tersebut memperkuat penemuan limbah medis di TPA Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, oleh jajaran Koalisi Persampahan Nasional (KPNas).

Berdasarkan investigasi KPNas pada 4 Juli 2020 masih ditemukan pembuangan limbah medis diduga bekas penanganan Covid-19 di Zona IV TPA Sumurbatu.
“Limbah medis itu bekas sortir dan sisa-sisanya dibuang ke Zona IV tersebut. Sebagian limbah medis itu tercampur dengan sampah biasa. Sebagian masih dalam sejumlah bungkus keresek merah,” ujar Ketua KPNas Bagong Suyoto.

Bagong meminta, pemerintah daerah segera menghentikan pembuangan sampah medis di TPA Sumurbatu karena peraturan melarang hal tersebut.

Informasi yang diperoleh SP menyebutkan pembuangan limbah medis dan sampah bekas penanganan Covid-19 berlangsung sejak adanya wabah tersebut. Hal itu terjadi karena tidak ada pemilahan sampah dari tingkat sumber, termasuk kategorial limbah beracun dan berbahaya (B3).

Selain itu, pada lokasi tersebut juga tidak ada penampungan khusus limbah medis dan sampah bekas penanganan Covid-19.
Limbah medis tersebut patut diduga berasal dari fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik serta Puskesmas.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan, sampah yang berada di TPA Sumurbatu dikelola Dinas lingkungan hidup Kota Bekasi. Pria yang akrab disapa Pepen ini, mengaku khawatir kalau limbah itu ternyata bekas pemakaian tenaga medis yang menangani pasien orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan positif Covid-19.

“Semestinya, sisa sampah medis penanganan Covid-19 seharusnya dihancurkan menggunakan insinerator,” ungkapnya.
Dia mengakui, mesin penghancur limbah itu pernah dimiliki RSUD Kota Bekasi, tetapi sekarang sudah rusak sehingga pihaknya menjalin kerja sama dengan pihak ketiga (swasta) untuk mebuang limbah medisnya. “Kita bekerja sama dengan pengelola pembakaran sampah di daerah Karawang,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com