1.885 KK Warga SAD Masih Nomaden

Pembangunan Permukiman Masyarakat Terasing di Jambi Lamban

Pembangunan Permukiman Masyarakat Terasing di Jambi Lamban
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI, Irwan (dua dari kiri) disaksikan Bupati Sarolangun, Cek Endra (dua dari kiri) menandatangani berita acara penyerahan Kawasan Terpadu SAD Sarolangun, Provinsi kepada Bupati Sarolangun, Cek Endra di Desa Lubuk Jering Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Selasa, 7 Juli 2020 (Foto: Istimewa)
Radesman Saragih / JEM Rabu, 8 Juli 2020 | 13:27 WIB

Jambi, Beritasatu,com - Pembangunan permukiman kelompok masyarakat nomaden di Provinsi Jambi hingga kini masih tetap lamban. Hal tersebut tercermin dari masih banyaknya kelompok masyarakat nomaden di provinsi itu yang belum memiliki tempat tinggal tetap. Sebagian besar mereka masih mengembara di hutan.

Kepala Dinas Sosial dan Catatan Sipil Provinsi Jambi, Arief Munandar di Jambi, Rabu (8/7/2020) mengatakan, jumlah komunitas masyarakat terpencil, Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba di Provinsi Jambi yang hingga kini belum memiliki rumah tempat tinggal menetap mencapai 1.885 kepala keluarga (KK). Ribuan KK SAD di daerah itu masih hidup mengembara di kawasan hutan dan perkebunan di enam kabupaten, yakni di Kabupaten Merangin, Sarolangun, Bungo, Tebo, Batanghari dan Muarojambi.

“Lambannya pembangunan permukiman SAD di Provinsi Jambi sebagian besar disebabkan sulitnya memperoleh lahan. Lokasi pembangunan permukiman SAD di Jambi umumnya di kawasan hutan dekat pedesaan. Kami meminta pemerintah kabupaten yang memiliki komunitas masayarakat nomaden dari SAD, segera mengusahakan lahan agar pembangunan perumahan mereka di setiap kabupaten dapat segera kami ajukan ke Kementerian Sosial,” katanya.

Selain sulitnya pengadaan lahan, lanjut Arief Munandar, pengurangan anggaran pembangunan permukiman SAD pemerintah pusat untuk Jambi juga memperlambat pembangunan permukiman SAD di Jambi. Pemprov Jambi selalu mengajukan bantuan pembangunan permukiman SAD kepada pemerintah pusat setiap tahun. Namun pengajuan bantuan itu tidak selalu disetujui. Kemudian bantuan pemerintah pusat untuk pembangunan permukiman SAD di Jambi juga tidak selalu sesuai dengan jumlah yang diajukan.

“Jumlah rumah warga SAD yang dibangun Pemerintah Pusat di Jambi tahun ini hanya 24 unit atau berkurang 36 unit atau 60 % dibanding pembanguna rumah SAD di Jambi tahun 2019 sebanyak 60 unit. Bantuan pembangunan permukiman tersebut pun hanya untuk SAD di Kabupaten Sarolangun,”katanya.

Sudah Rampung

Kebutuhan untuk pemberdayaan SAD tersebut kini telah dibangun di Desa Lubukjering, Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Kawasan terpadu SAD yang memiliki luas sekitar 10 hektare tersebut dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun bekerja sama dengan TNI sejak April lalu. Pembangunan kawasan terpadu tersebut untuk tahap pertama siap menampung 70 kepala keluarga (K) warga SAD yang selama ini mengembara di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD).

Sekitar Rp 9 miliar dana pembangunan kawasan terpadu SAD di Sarolangun tersebut disediakan Pemkab Sarolangun. Sedangkan pengerjaan kawasan terpadi itu dilakukan

Sementara itu pembangunan kawasan terpadu SAD sekitar 10 hektare (ha) di wilayah Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi yang dimulai tahun 2016 sudah rampung. Kawasan terpadu SAD yang dibangun dengan biaya Rp 9 miliar tersebut siap dihuni 70 KK.

Pembangunan kawasan terpadu SAD tersebut dikerjakan jajaran TNI dari (Komando Distrik Militer (Kodim) 0420/Sarolangun Bangko (Sarko) dan Batalyon Zipur 2/Sarolangun dan Batalion 142/Kasang Jaya Jambi. Fasilitas yang dibangun di kawasan terpadu SAD tersebut antara lain, rumah tinggal, pendopo atau ruang pertemuan, rumah ibadah, puskesmas pembantu, lapangan sepak bola, lapangan batminton, kolam ikan dan areal pertanian.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan mewakili pemerintah pusat secara resmi menyerahkan Kawasan Terpadu SAD Sarolangun tersebut kepada Bupati Sarolangun, Cek Endra di Desa Lubuk Jering Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Selasa (7/7).

Menurut Irwan, kawasan terpadu SAD ini dapat dibangun bukan hanya hasil kerja TNI sendiri, tapi juga berkat bantuan jajaran Polri dan pemerintah daerah di Jambi. Pembangunan kawasan terpadu SAD ini kami harapkan bisa menjadi sarana peningkatan kesejahteraan SAD sekaligus menjadi objek wisata.

“”Jajaran TNI dan pemerintah daerah juga masih melanjutkan pembinaan terhadap SAD di kawasan terpadu tersebut. Pembinaan tersebut antara lain di bidang pertanian atau bercocok tanam, budi daya perikanan, pendidikan dan usaha ekonomi produktif. Pembinaan tersebut akan nantinya akan dilanjutkan Pemerintah Kabupaten Sarolangun,”ujarnya.

Sementara Bupati Sarolangun, Cek Endra mengatakan, jumlah warga SAD yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Sarolangun mencapai 605 KK ( 2.205 jiwa). Warga SAD yang hingga kini sudah mendapat bantuan pemberdayaan, baik pembangunan permukiman, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kependudukan mencapai 466 KK (1.649 jiwa).

"Kami mengharapkan program pemberdayaan warga SAD di Sarolangun terus dilakukan secara berkelanjutan. Hal itu penting warga SAD di Sarolangun tak ada lagi yang hidup nomaden, hanya bermata pencaharian berburu dan tidak memiliki data kependudukan,”katanya.  

 



Sumber: BeritaSatu.com