Tim Velox Pejaten Terus Lakukan Edukasi Penerapan New Normal kepada Masyarakat

Tim Velox Pejaten Terus Lakukan Edukasi Penerapan New Normal kepada Masyarakat
Tim Velox Pejaten lakukan edukasi penerapan New Normal. (Foto: Istimewa)
Siprianus Edi Hardum / EHD Rabu, 8 Juli 2020 | 15:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sesuai amanat UU 17 Tahun 2011, Badan Intelijen Negara (BIN) bertugas melakukan deteksi dini dan cegah dini berbagai ancaman, termasuk Pandemi Covid-19, maupun wabah lainnya yang dapat mengancam kehidupan dan eksistensi bangsa Indonesia.

Tim Velox Pejaten sebagai bagian dari BIN, terus melaksanakan kegiatan dalam rangka penerapan tatanan protokol baru atau new normal. Kegiatan tersebut diantaranya yaitu sosialisasi edukasi, penyemprotan disinfektan, pembagian sembako, hand sanitizer dan masker kepada masyarakat.

“Selama lebih dari lima bulan terakhir ini, kami dari BIN hadir sebagai perwakilan pemerintah, terus melakukan berbagai aksi nyata dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia,” kata KATA Juru bicara tim Velox BIN, Rajendra Pranata dalam siaran persnya, Rabu (8/7/2020).

Rangkaian kegiatan sosialisasi, edukasi, dan penyemprotan disinfektan (dekontaminasi) telah kami laksanakan di beberapa tempat yaitu fasilitas tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, dan vihara. Fasilitas-fasilitas umum seperti pasar, stasiun, halte, terminal hingga rest area. Serta, fasilitas-fasilitas sosial lain seperti pesantren, panti asuhan, maupun yayasan sosial. Rangkaian kegiatan ini sekaligus sebagai upaya penerapan new normal, seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Pada kegiatan kali ini, Tim Velox Pejaten melaksanakan di salah satu fasilitas publik yaitu Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Istora Mandiri. Seperti diketahui ada dua area yang memiliki potensi besar menjadi sumber penyebaran Virus Covid-19 yaitu pasar dan angkutan umum.

Oleh karena itu upaya dan prosedur kerja harus dilakukan guna mengurangi potensi penyebaran di area-area tersebut. MRT merupakan salah satu fasilitas transportasi umum yang banyak dipakai sebagai sarana tranportasi oleh masyarakat.

Seperti diketahui jumlah penumpang MRT terus meningkat selama masa PSBB transisi ini, dimana sebanyak 21.478 penumpang menggunakan sarana transportasi MRT per Rabu, 1 Juli 2020.

Berkaca dari data tersebut maka upaya penyemprotan disinfektan akan efektif dalam mencegah penyebaran virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19, sehingga masyarakat tetap dapat menggunakan sarana transportasi MRT dengan nyaman dan aman.

Tentunya kita semua berharap pandemi Covid-19 ini dapat segera reda dan berakhir. Kita juga harus siap untuk menjalani tatanan new normal, dimana kita semua bisa kembali beraktivitas, kembali produktif, namun tetap aman dari Covid-19. Dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong kita pasti dapat lalui wabah ini.

Rajendra Pranata, mengatakan, kegiatan ini untuk menekan penyebaran virus corona di fasilitas publik. Dia menyebut fasilitas publik memiliki potensi besar penyebaran virus karena adanya aktivitas masyarakat.

"Pada kegiatan kali ini, tim Velox Pejaten BIN melaksanakan di salah satu fasilitas publik, yaitu MRT Istora Mandiri. Seperti diketahui, ada dua area yang memiliki potensi besar menjadi sumber penyebaran virus Covid-19, yaitu pasar dan angkutan umum. Oleh karena itu, upaya dan prosedur kerja harus dilakukan guna mengurangi potensi penyebaran di area-area tersebut," kata Rajendra.



Sumber: BeritaSatu.com