Sekolah Zona Hijau Dibuka, Mendikbud Tegaskan Pentingnya Protokol Kesehatan

Sekolah Zona Hijau Dibuka, Mendikbud Tegaskan Pentingnya Protokol Kesehatan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim. (Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal)
Maria Fatima Bona / CAH Rabu, 8 Juli 2020 | 16:24 WIB

Sukabumi, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan(Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, hal pertama yang harus diperhatikan sekolah kembali dibuka di zona hijau adalah mengutamakan protokol kesehatan. Dalam hal ini, pembukaan sekolah harus bertahap mulai dari SMA, SMP, dan terakhir Sekolah Dasar (SD).

“Jadi pembukaan terjadi secara sangat pelan-pelan dimulai dengan SMA dan SMP dulu hanya untuk zona yang hijau dan dua bulan lagi SD, dan baru dua bulan lagi PAUD,” kata Nadiem saat Tinjau Sekolah Zona Hijau di SMAN 4 Kota Sukabumi, Jawa Barat(Jabar), Rabu (8/7/2020).

Nadiem menjelaskan, pertimbangan buka sekolah bertahap ini, karena anak yang berada di satuan pendidikan lebih tinggi dan umurnya lebih tua akan lebih mudah diarahkan untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak.

Baca Juga: Wapres: Sekolah di Luar Zona Hijau Belum Boleh Dibuka

Khusus untuk SMAN 4 Kota Sukabumi, Nadiem menilai, sekolah tersebut telah melakukan sejumlah inovasi persiapan untuk kembali dibuka, yakni selain memakai masker, menyediakan wastafel di setiap kelas, handsanitizer, face shield, mereka juga menyiapkan box atau kotak plastik di setiap meja siswa.

“Kepala sekolah SMAN 4 Kota Sukabumi melakukan berbagai tindakan proaktif, bukan hanya mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan face shield, namun ada beberapa inovasi baru seperti adanya box penutup di setiap meja siswa,”ujarnya.

Untuk itu, Nadiem mengatakan, SMAN 4 Kota Sukabumi dapat menjadi sekolah percontohan bagi daerah zona hijau yang ingin membuka sekolah. Menurut Nadiem, sejumlah inovasi tersebut sangat ditentukan oleh kepala sekolah. Pasalnya, kepala sekolah mengambil keputusan yang sangat jelas dengan fokus pada kesehatan sebagai petimbangan pertama.

Baca Juga: Nadiem Luncurkan Guru Penggerak untuk Dukung Transformasi Pendidikan

Pada kesempatan ini, Nadiem menyampaikan apresiasi atas inovasi tersebut. Pasalnya, sekolah melakukan persiapan sangat maksimal dalam berbagai hal. “Saya menyampaikan apresiasi saya bahwa ada sekolah -sekolah di Jawa Barat yang berada di zona hijau yang proaktif mengambil langkah-langkah untuk menjaga kesehatan murid, guru, dan orang tua murid,” tambahnya.

Kendati demikian, Nadiem menegaskan, tidak semua sekolah di zona hijau bisa serta-merta dibuka. Namun, harus memenuhi berbagai macam daftar persyaratan berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yakni, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemdikbud), Kementerian Kesehatan(Kemkes), Kementerian Agama (Kemag), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) membuat panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran baru dan tahun akademik baru 2020/2021.

Dalam hal ini, setiap sekolah yang akan dibuka telah ada persyaratan dan tidak diperkenan sekolah dibuka secara serentak tetapi dalam bentuk shift seperti dilakukan sekolah SMAN 4 Kota Sukabumi. “Sekolah SMAN 4 ini luar biasa mereka membuka tiga shift, padahal dua shift sudah cukup. Mereka benar-benar ingin belajar mengikuti protokol,”ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com