Jelang Normal Baru, Ini Cara Mendes Revitalisasi BUMDes

Jelang Normal Baru, Ini Cara Mendes Revitalisasi BUMDes
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 8 Juli 2020 | 21:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk merevitalisasi badan usaha milik desa (BUMDes) dalam memasuki era normal baru (new normal).

Salah satunya adalah pemberian nomor registrasi yang menunjukkan kredibilitas BUMDes dalam menjalankan usaha, menggali permodalan, serta bekerja sama dengan swasta dan berbagai pihak lainnya.

“Nomor registrasi sangat penting, agar lebih kredibel. Selain itu, registrasi BUMDes merupakan upaya mempercepat rebound ekonomi desa yang diyakini sejalan dengan normal baru desa," ungkap Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Rabu (8/7/2020).

Menurut Gus Menteri, langkah ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan ekonomi perdesaan. Nomor registerasi ini diharapkan dapat mempermudah pengawasan atau pendampingan.

Kemdes PDTT nantinya secara sistematis memberikan nomor registrasi BUMDes yang aktif, dengan neraca keuangan positif, serta memberikan solusi sosial bagi desanya.

Dari total 37.286 BUMDes, jumlah BUMDes yang masih aktif bertransaksi adalah sebanyak 10.629 BUMDes yang tersebar di 368 kabupaten/kota di 33 provinsi.

“Unit usaha yang aktif melakukan transaksi meliputi unit link bank, simpan pinjam, perdagangan, jasa pembayaran listrik, PAM Desa, dan lain-lain,” ungkap Gus Menteri.

Dalam empat bulan terakhir, Gus Menteri menambahkan, total transaksi yang dilakukan oleh BUMDes mencapai Rp 308 miliar dengan omset mencapai Rp 936 miliar.

“Sedangkan jumlah pekerja BUMDes yang masih dipertahankan adalah 58.026 orang. Artinya, satu BUMDes kurang lebih masih ada 5 pekerja,” lanjut Bumdes.

Digitalisasi BUMDes

Adapun langkah revitalisasi BUMDes lainnya adalah memfasilitasi digitalisasi BUMDes.

"Pada hakikatnya, kita ingin membawa BUMDes ini menuju ke BUMDes digital. Ini target jangka panjang. Meskipun untuk hari ini, kita baru memberikan ruang yang cukup kepada 28.000 BUMDes untuk melakukan percepatan menuju BUMDes digital," jelas Gus Menteri.

Untuk mempercepat digitalisasi ini, Kemdes PDTT telah menyediakan berbagai aplikasi digital yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh BUMDes secara gratis. 

"Tetapi, kita tidak melarang BUMDes bekerja sama dengan pihak ketiga terkait digitalisasi BUMDes," imbuhnya.

BUMDes, lanjut Gus Menteri, juga akan difasilitasi kerja sama bersama marketplace dan offtaker. Selain itu, dirinya akan mendorong replikasi BUMDes yang telah sukses menerapkan digitalisasi.

"Mengenai replikasi, kita akan bantu profiling dari teori, praktek hingga simulasinya. Untuk BUMDes-BUMDes yang tertarik, kita fasilitasi untuk melakukan diskusi, komunikasi dan transformasi pengetahuan," tutup Gus Menteri.



Sumber: BeritaSatu.com