Polres Mukumuko Amankan Ratusan Kayu Balok Ilegal

Polres Mukumuko Amankan Ratusan Kayu Balok Ilegal
Ilustrasi Pembalakan Liar (Foto: Antara/Septianda Perdana)
Usmin / RSAT Rabu, 8 Juli 2020 | 21:58 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Ratusan balok kayu ilegal berhasil diamankan anggota Polres Mukomuko, Bengkulu. Kayu tersebut merupakan hasil pembalakan liar di kawasan hutan lindung yang ada di kabupaten pemekaran dari Bengkulu Utara tersebut.

Kapolres Mukomuko, AKBP Andy Arisandi, di Bengkulu, Rabu (8/7/2020) membenarkan hal tersebut. "Ada ratusan balok kayu berkualitas hasil pembalakan kayu liar di hutan produksi terbatas (HPT) Pondok Suguh kita amankan. Sekarang kita masih mencari oknum pelaku pembalakan liar tersebut," ujarnya.

Andy mengatakan, ada oknum yang membeking aksi pembalakan kayu liar di kawasan hutan produksi Pondok Suguh, karena tanpa ada pemodal maka kegiatan tidak bisa jalan. "Dari mana mereka datang, uang beli rokok, makan dan sebagainya kalau tidak orang yang membeli kayu hasil pembalakan tersebut," ujarnya.

Karena itu, Polres Mukomuko saat ini masih mengejar pemodal pembalakan kayu liar di kawasan hutan produksi Pondok Suguh tersebut. "Kita yakin pasti ada orang yang modali pelaku pembalakan kayu liar tersebut. Kita upayakan pemodalnya segera dibekuk dalam waktu dekat," ujarnya.

Kapolres menjelaskan pada Selasa (30/6/2020), sekitar pukul 13.00 Wib, anggota Reskrim melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua orang terduga pelaku pembalakan kayu liar di kawasan hutan produksi terbatas (HPT) Ipuh II di wilayah Pondok Sungguh. Kedua tersangka, yakni RA warga Penarik, dan MS warga Sungai Rumbai.

Saat ditangkap keduanya tengah melakukan penebangan kayu liar di kawasan HPT Pondok Suguh. "Tanpa membuat waktu kedua tersangka di gelandang ke Mapolres berikut barang bukti mesin chainsaw atau mesin pemotong kayu, dan ratusan balok kayu," ujarnya.

Kombes Pol Andy Arisandi menambahkan, penangkapan pelaku pembalakan kayu liar ini, bermula dari laporan pihak Unit Pelaksanan Teknis Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (UPT-KPHP) Mukomuko ke Polres setempat.

Mendapat laporan dari Tim KPHP tersebut, Polres Mukomuko langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan berhasil menangkap 2 orang dan barang bukti berupa ratusan balok kaleng siap dijual, dan satu unit mesin pemotong kayu.

Kedua tersangka didakwa melanggar Pasal 82 ayat 1 huruf C, dan Pasal 83 ayat 1 huruf b dan atau Pasal 84 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman pidananya penjara paling lama 5 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 5 miliar.

 



Sumber: BeritaSatu.com