Presiden Targetkan Kawasan Lumbung Pangan Nasional Bertambah 148.000 Hektar
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Presiden Targetkan Kawasan Lumbung Pangan Nasional Bertambah 148.000 Hektar

Kamis, 9 Juli 2020 | 19:14 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan untuk menambah kawasan Lumbung Pangan Nasional di Kabupaten Pulau Pisang dan Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah seluas 148.000 hektare. Ditargetkan pembangunan Lumbung Pangan Nasional tersebut akan rampung dalam 1,5 hingga dua tahun ke depan.

“Kemudian berikutnya, akan dalam satu setengah tahun sampai maksimal dua tahun, akan ditambah lagi 148 ribu hektare. Baik itu di Kabupaten Pulau Pisang maupun di Kabupaten Kapuas,” kata Jokowi saat meninjau lokasi Food Estate di Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulau Pisang, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020).

Namun, lanjutnya, terlebih dahulu, pemerintah akan menyelesaikan pembangunan kawasan Food Estate atau Lumbung Pangan Nasional seluas 30 ribu hektare pada tahun ini. Pengerjaannya sudah dimulai dalam dua pekan ini, terutama terkait dengan irigasinya.

“Kita merencanakan Food Estate atau Lumbung Pangan yang sudah mulai dikerjakan dua minggu ini, terutama untuk urusan irigasinya dulu. Dan tahun ini, insyaAllah akan kita selesahkan kurang lebih 30 ribu hektare,” ujar Jokowi.

Pembangunan Kawasan Lumbung Pangan di dua kabupaten Provinsi Kalimantan Tengah ini, menurut Jokowi dilakukan untuk mengatasi krisis pangan yang telah diperingatkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO). Krisis pangan muncul dikarenakan adanya wabah virus corona atau Covid-19 dan musim kemarau.

“Untuk apa, ini kita siapkan, saya kira kita tahu semuanya FAO sudah memberikan peringatan bahwa krisis pangan akan melanda dunia karena pandemi juga karena memang adanya musim yang tidak bisa diatur dan diprediksi,” terang Jokowi.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi meninjau lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan nasional dalam kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah Kamis (9/7/2020).

Lokasi yang pertama ditinjau Presiden adalah lahan di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Daerah ini diharapkan dapat dijadikan lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa.

Saat meninjau, Jokowi menerima pemaparan yang dipandu oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Setelah itu, Presiden meninjau lahan-lahan yang akan menjadi lumbung pangan nasional di daerah tersebut.

Selain itu, Jokowi juga berdiskusi bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan sejumlah menteri lainnya terkait pengembangan kawasan lumbung pangan tersebut di sebuah gubuk tak jauh dari lokasi peninjauan.

Turut serta yang mendampingi Jokowi saat tinjauan tersebut, di antaranya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Bupati Kapuas Ben Brahim S. Bahat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rekor Penambahan Positif Covid-19, Presiden: Ini Sudah Lampu Merah

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa penambahan kasus positif Covid-19 pada saat ini telah menunjukkan pertanda lampu merah.

NASIONAL | 9 Juli 2020

KPU Usulkan Tata Ulang Hukum Pidana Pemilu

Selama ini, efektivitas pelaksanaan hukum pidana pemilu dalam menindak berbagai pelanggaran pemilu tidak berjalan.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Mahasiswa FTUI Juara Ajang Kapal Hemat Energi Tingkat Dunia

Sebanyak 12 mahasiswa FTUI yang tergabung dalam Tim Hydros UI berhasil meraih gelar Juara 1 "Prix Coup De Coeur" di kompetisi Solar & Energy Boat Challenge 2020

NASIONAL | 9 Juli 2020

Apkasi-MPR Teken MoU untuk Sosialisasikan Empat Pilar

MPR RI dan Apkasi telah menandatangani MoU untuk memperluas sosialisasi empat pilar khususnya bagi kalangan milenial di daerah-daerah.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Soal Larangan Paham Khilafah di Indonesia, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Soal islami atau tidak, Ma'ruf Amin menjelaskan bahwa yang islami bukan hanya khilafah.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Masih Jet Lag, Maria Pauline Belum Diperiksa

Penyidik masih memberi kesempatan pada perempuan berusia 62 tahun ini untuk beriistirahat setelah menjalani perjalanan panjang dari Serbia.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Jubir Gugus Tugas Ungkap Penyebab Naiknya Kasus Positif Covid-19

Menurut Achmad Yurianto ketidaksiplinan mengenakan masker menjadi penyebab penambahan kasus positif Covid-19.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Polisi Hentikan Kasus THR Rektor UNJ, KPK Pasrah

KPK seakan pasrah dengan langkah Polda Metro Jaya menghentikan kasus dugaan pemberian THR yang melibatkan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Rumah Sakit di Sumut Mulai Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

Peningkatan jumlah kasus yang melonjak ini mengakibatkan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 menjadi penuh.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Yasonna Ungkap Ada Upaya Suap untuk Gagalkan Ekstradisi Maria Lumowa

Yasonna mengaku mendapat informasi bahwa sempat ada upaya suap terhadap otoritas Serbia agar Maria tidak dibawa ke Tanah Air.

NASIONAL | 9 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS