Jokowi: Hati-hati Kalau Ingin Membuka Sekolah

Jokowi: Hati-hati Kalau Ingin Membuka Sekolah
Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara / Hafidz Mubarak A)
Lenny Tristia Tambun / WM Kamis, 9 Juli 2020 | 20:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Melihat penambahan kasus positif Covid-19 semakin tinggi per hari ini mencapai 2.657 kasus, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memeringatkan kepala daerah untuk hati-hati untuk membuka kembali aktivitas masyarakat di berbagai sektor, terutama di bidang pendidikan.

Pemerintah Daerah (Pemda) harus memilih sektor yang harus dibuka terlebih dahulu, mulai dari sektor yang memiliki risiko rendah, sedang dan tinggi.

“Dipilih sektor-sektor yang memiliki risiko rendah, buka dulu. Yang risiko sedang yang kedua, yang ketiga yang memiliki risiko tinggi,” kata Jokowi saat meninjau Posko Penanganan Covid-19 Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020).

Seperti Sekolah termasuk sektor dengan risiko tinggi. Sehingga pemerintah daerah harus berhati-hati bila ingin membuka sekolah kembali. “Misalnya seperti sekolah, hati-hati kalau ingin membuka sekolah,” ujar Jokowi.

Dijelaskannya, kepala daerah harus hati-hati untuk memasuki masa tatanan normal baru. Meski ancaman Covid-19 sudah menurun di daerah masing-masing, mereka harus tetap melalui tahapan-tahapan untuk memasuki tatanan normal baru.

“Kalau ini, ancaman Covid sudah menurun, hati-hati mau masuk ke new normal, ke tatanan normal baru, harus melewati tahapan-tahapan, semuanya seluruh kabupaten kota dan provinsi,” tutur Jokowi.

Menurut Jokowi, sebelum memasuki tatanan new normal, harus ada pra kondisi yang dilalui daerah tersebut. Sehingga kepala daerah beserta jajarannya bisa memutuskan waktu yang tepat untuk mulai memasuki tatanan normal baru.

“Ada pra kondisi. Conditioning dulu, yang kedua timing-nya, waktunya kapan mulai masuk ke new normal. Ini penting sekali, tidak langsung ujug-ujug putusin masuk new normal. Hati-hati mengenai ini,” jelas Jokowi.

Begitu juga dengan sektor mana yang didahulukan akan dibuka saat memasuki tatanan normal baru. Harus ada prioritas, tidak boleh semua langsung dibuka. “Prioritas sektor mana yang didahulukan, tidak semua langsung dibuka, enggak bisa,” imbuh Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com