3 Perusahaan Klaster Baru Covid-19 di Semarang Ditutup

3  Perusahaan Klaster Baru Covid-19 di Semarang Ditutup
Sejumlah pengunjung antre dengan menerapkan jaga jarak ("physical distancing") saat akan menjalani pemeriksaan Covid-19 di salah satu pusat perbelanjaan modern Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/6/2020). (Foto: ANTARA FOTO / Aji Styawan)
Stefi Thenu / JEM Kamis, 9 Juli 2020 | 21:44 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Tiga perusahaan di Kota Semarang mulai Kamis (9/7/2020) ditutup sementara selama tiga hari, untuk dilakukan pelacakan dan pembersihan sesuai protokol kesehatan. Ketiga perusahaan diidentifikasi telah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di wilayah ini.

“Terkait tiga perusahaan dilakukan pelacakan, Kamis (9/7/2020) ini, Disnaker Provinsi Jateng akan mengawal. Kita usulkan tutup tiga hari, setelah itu kenormalan baru sesuai protokol kesehatan. Hal itu ketat kita supervisi. Kalau tempat (perusahaan) strategis dan tak mungkin ditutup, maka lakukan pengurangan pegawai sebanyak-banyaknya dan kita supervisi,” tegas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kamis.

Langkah tersebut, kata Ganjar, juga berlaku untuk perusahaan di wilayah lain, seperti Jepara dan Rembang. Ganjar Pranowo meminta seluruh wilayah di Semarang Raya (Demak, Kendal, Kota/Kabupaten Semarang), melakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) serentak. Hal itu didasari kasus penularan Covid-19 yang masih terhitung tinggi.

“Melihat perkembangan di Semarang Raya yang tinggi, kita sampaikan ke wali kota (Semarang) untuk disampaikan juga ke bupati Semarang Raya agar dilakukan PKM bersama-sama,” ujar Ganjar.

Ia menyebut, langkah itu penting dilakukan untuk menekan persebaran Covid-19. Sebab, mobilisasi penduduk dari wilayah satelit, dari dan ke Kota Semarang, cukup tinggi.

“Kalau PKM di Kota Semarang diundur-undur (diperpanjang), tetapi yang masuk itu dari daerah satelit sekitarnya, komuter terjadi. Satu orang bawa penyakit, satu ketularan dari sini bawa ke sana. Maka saya minta dilakukan PKM bersama-sama, kepada bupati kota di Semarang Raya,” tuturnya.

Ganjar juga menyebut, kebijakan tersebut akan dilakukan di wilayah lain. Kriterianya, kawasan yang terdeteksi zona merah penularan Covid-19.

Pihaknya juga melakukan supervisi terhadap penanganan kasus klaster Covid-19 tiga perusahaan di Kota Semarang, yang menginfeksi ratusan karyawan. Pengawasan yang dilakukan meliputi penerapan protokol kesehatan serta jam masuk karyawan.

Sebelumnya, Pemkot Semarang memperpanjang PKM menyusul meningkatnya kasus positif Covid, menyusul klaster baru di tiga perusahaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam menjelaskan klaster baru Covid-19 itu ada di tiga perusahaan.

"Klaster ini lebih besar dari klaster Pasar Rejomulyo atau Pasar Kobong. Kita sebut saja di perusahaan A ditemukan 47 kasus, perusahaan B 24 kasus dan di perusahaan C ada 100-an kasus positif Covid-19," ujar Hakam, tanpa menyebutkan nama perusahaan dan jenis industrinya.  



Sumber: BeritaSatu.com