Penguatan Nasionalisme Harus Kontekstual
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Penguatan Nasionalisme Harus Kontekstual

Kamis, 9 Juli 2020 | 15:18 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WM


Jakarta, Beritasatu.com -Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyatakan, nasionalisme atau cinta bangsa dan Tanah Air harus tetap dipupuk di tengah globalisasi. Namun nasionalisme yang dipupuk adalah nasionalisme yang kontekstual dengan tantangan zaman.

Dalam ceramahnya di hadapan peserta kuliah umum Lemhannas, melalui video conference, Kamis (9/7/2020), Wapres Ma'ruf Amin menyatakan, globalisasi tidak hanya membuka peluang dan kemajuan untuk suatu negara. Tapi juga tantangan dan ancaman yang semakin deras dan bisa melumpuhkan.

"Oleh karena itu, diperlukan pemupukan rasa cinta tanah air bagi seluruh elemen masyarakat di setiap generasi," kata Ma'ruf Amin.

Namun, dia juga mengingatkan bahwa tantangan bagi kesadaran dan rasa cinta Tanah Air generasi bangsa saat ini, tidak lagi cukup dipupuk dengan cara-cara lama. Baginya, cara-cara membangun nasionalisme lewat dogma bukanlah lagi yang sesuai dengan kondisi saat ini.

"Kita harus mampu memberikan pengertian nasionalisme yang kontekstual, bukan tekstual, apalagi yang dogmatis,” tuturnya.

Wapres menyatakan, nasionalisme dalam konteks saat ini lebih kepada kemampuan untuk memegang jati diri kebangsaan dengan menghargai perbedaan, melakukan kolaborasi, dan kemampuan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya ingin menyampaikan bahwa nasionalisme di era globalisasi akan secara alami terkikis dan menipis bila suatu bangsa tidak memiliki kemampuan untuk berkompetisi," ujarnya.

Dan bila bicara kompetisi, maka yang diperlukan bukanlah kekayaan alam atau kekuatan senjata, tapi kemampuan manusianya. Karenanya, manusia yang unggul adalah modal utama mencapai Indonesia Maju. Baginya, SDM yang unggul akan memiliki jiwa yang sehat, cerdas, produktif, kompetitif, dan berakhlak baik.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

3 Perusahaan Klaster Baru Covid-19 di Semarang Ditutup

Langkah tersebut, kata Ganjar, juga berlaku untuk perusahaan di wilayah lain, seperti Jepara dan Rembang.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Wawan Klaim Telah Jadi Pengusaha sebelum Atut Jadi Gubernur Banten

Bos PT Balipacific Pragama, Tubagus Chaeri Wardana kembali mengklaim sudah lebih dahulu menjadi pengusaha sebelum kakaknya, Ratu Atut Chosiyah menjadi Gubenur

NASIONAL | 9 Juli 2020

Jokowi Apresiasi Pemprov Kalteng Lakukan Tes Masif Covid-19

Menurut Jokowi, tes masif Covid-19 saja tidak cukup tetapi harus diiringi dengan melakukan pelacakan (tracing contact) yang agresif.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Kampung Tangguh Nusantara TNI-Polri Mampu Lawan Dampak Pandemi Covid-19

Aparat TNI dan Polri menguatkan Kampung Tangguh Nusantara dengan program pemanfaatan lahan dan padat karya.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Jokowi: Hati-hati Kalau Ingin Membuka Sekolah

Presiden Jokowi memperingatkan kepala daerah untuk hati-hati untuk membuka kembali aktivitas masyarakat di berbagai sektor, terutama di bidang pendidikan

NASIONAL | 9 Juli 2020

Presiden Jokowi Tinjau Jaringan Reklamasi Rawa di Pulang Pisau

Peninjauan tersebut dilakukan dalam kunjungan kerja presiden di Kalimantan Tengah.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Pers Bebas Lebih Baik daripada Pers Dikontrol

Dosen Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia Ade Armando mengemukakan, kebebasan pers harus terus dijaga dan diperkuat.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Kemenangan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres Penuhi Aspek Dominasi dan Representasi

Tulisan di media sosial terkait putusan MA yang menarasikan skandal politik Pilpres adalah tudingan yang tidak akurat dan menyesatkan.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Data Pribadi Denny Siregar Bocor, KPN Minta Diusut Tuntas

Pimpinan perusahaan perlu memberikan sanksi tegas dan terukur kepada mereka yang terbukti melakukan pelanggaran.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Satgas Pamtas RI-PNG Berhasil Gagalkan Penyelundupan Tanduk Rusa

Pelaku mengungkapkan dirinya membawa tanduk rusa tersebut dari PNG ke Indonesia melalui jalur tidak resmi, rencananya untuk dijual buat kebutuhan sehari-hari.

NASIONAL | 9 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS