3 Polres di Jambi Siaga Kebakaran Lahan Gambut

3 Polres di Jambi Siaga Kebakaran Lahan Gambut
Gubernur Jambi, Fachrori Umar memadamkan kebakaran lahan di kawasan lahan gambut Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi pada puncak bencana kebakaran hutan dan lahan di Jambi September 2019. (Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih)
Radesman Saragih / JEM Kamis, 9 Juli 2020 | 22:26 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Sekitar 900.000 hektare (ha) kawasan hutan dan lahan ambut di Provinsi Jambi sangat rawan kebakaran memasuki musim kemarau saat ini. Kebakaran hutan dan lahan gambut tersebut sudah mulai terjadi pekan lalu di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Guna mencegah terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan gambut di Jambi hingga ratusan ribu hektare seperti tahun lalu, tiga Kepolisian Resort (Polres) di Jambi siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara dini.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi Komisaris Besar (Kombes) Pol Edi Faryadi di Jambi, Kamis (9/7/2020) mengatakan, tiga polres di Jambi yang kini siaga karhutla di hutan dan lahan gambut, yakni Polres Muarojambi, Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) dan Tanjungjabung Timur (Tanjabtim). Tiga polres tersebut disiagakan mencegah karhutla lebih dini karena wilayahnya memiliki hutan dan lahan gambut yang luas.

“Kami berupaya agar tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan gambut di Muarojambi, Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur tahun ini. Untuk itu kami sudah melakukan pertemuan khusus dengan Kapolres Muarojambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ardyanto, Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro dan Kapolres Tanjabtim, AKBP Deden Nur Hidayatullah mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan gambut di tiga wilayah tersebut,”katanya.

Menurut Edi Faryadi, Polres Muarojambi, Tanjabbar dan Tanjabtim yang wilayahnya saling berbatasan diharapkan bisa bersinergi atau bekerja sama mencegah karhutla di wilayah masing-masing. Kegiatan pertama pencegahan karhutla secara dini yang dilakukan ketiga polres tersebut, yaitu melakukan pemantauan karhutla menggunakan aplikasi asap digital.

“Kami sudah menjelaskan penggunaan aplikasi Asap Digital kepada jajaran Polres Muarojambi, Tanjabbar Barat dan Tanjabtim. Salah satu penggunaan aplikasi digital dalam penanggulangan karhutla tersebut, mengirim laporan pantauan titik api secara cepat. Hal ini penting agar pemadaman karhutla dapat dilakukan lebih cepat sebelum areal terbakar meluas,”katanya.

Dijelaskan, jajaran kepolisian di tiga polres yang memiliki wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan gambut tersebut juga diberikan pelatihan tentang cara memadamkan api dengan cepat setelah mendapat laporan titik api melalui pantauan di Command Center (Pusat Komando) Asap Digital di Polda Jambi.

Sementara itu Kapolres Muarojambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ardyanto mengatakan, pihaknya siap mengerahkan pasukan pemadaman karhutla dari jajaran Polres Muarojambi mencegah dan menanggulangi karhutla di daerah itu. Melalui penggunaan aplikasi digital penanggulangan bencana karhutla, pasukan pemadaman karhutla Polres Muarojambi siap mencegah dan menanggulangi karhutla secara cepat.

“Pola penanggulangan karhutla menggunakan aplikasi digital ini sudah kami lakukan pekan lalu. Kebakaran lahan gambut di Kecamatan Kumpeh, Muarojambi pekan lalu yang kami ketahui melalui laporan aplikasi digital langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan satuan kepolisian dari kepolisian sektor dan polres memadamkan api dengan cepat,”katanya.  

 



Sumber: BeritaSatu.com