Viral Video Ketua DPRD Kota Cirebon Hapus Kata “Khilafah”, Mantan Ketum Adeksi: Patut Dipertanyakan

Viral Video Ketua DPRD Kota Cirebon Hapus Kata “Khilafah”, Mantan Ketum Adeksi: Patut Dipertanyakan
Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati. (Foto: DPRD Kota Cirebon)
Carlos KY Paath / JAS Jumat, 10 Juli 2020 | 17:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Rekaman video pembacaan sumpah ikrar setia Pancasila dan NKRI oleh DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat (Jabar) bersama perwakilan pengunjuk rasa penolak RUU HIP beredar di media sosial. Video tersebut menuai sorotan, karena kata khilafah yang tertulis dalam teks dihilangkan.

Mantan Ketua Umum Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Adeksi) Armuji menyayangkan peristiwa tersebut. “Kesetiaan mereka akan Pancasila patut dipertanyakan,” kata Armuji kepada Beritasatu.com, Jumat (10/7/2020).

Menurut Armuji, pimpinan DPRD maupun para pihak yang hadir dalam pertemuan tentu sudah mengetahui adanya kata khilafah. Armuji menegaskan apabila sudah isi teks disepakati, maka semestinya tidak perlu diralat.

“Kalau memang gentle, kenapa diralat? Pemerintah sudah secara tegas melarang berkembangnya paham khilafah. NKRI harga mati sudah enggak bisa diganggu lagi. Enggak boleh bentuk negara diubah-ubah,” tegas Armuji.

Sekadar diketahui, pembacaan ikrar dipimpin Ketua DPRD Kota Cirebon Affiati, Senin (6/7/2020). Affiati sempat berhenti melanjutkan isi ikrar ketika sampai pada poin ketiga. “Kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham komunisme dan khilafah,” ucap Affiati.

Massa dan hadiri di ruangan DPRD justru terdiam, dan meminta ikrar itu dibatalkan. “Batal batal batal, diulang Bu, tidak sah,” pekik sejumlah orang. Affiati lantas mengulang kalimat poin ketiga dengan menghapus kata khilafah.

“Demi Allah, kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh komunisme, liberalisme, leninisme, dan sekulerisme,” kata Affiati.

Beragam komentar ditulis oleh warganet. “Wah ini kelakuan Ketua DPRD Cirebon hari di proses nih @kemendagri justru kampanye Khilafah, Khilafah adalah pemecah belah bangsa,” ujar @Evanisa11.



Sumber: BeritaSatu.com