Kemdikbud Pertahankan Sejarah Jalur Rempah

Kemdikbud Pertahankan Sejarah Jalur Rempah
Dirjen Kebudayaan Kemdikbud, Hilmar Farid, bersama Direktur Pengembangan Usaha dan Sistem Informasi BGR Logistics, Tri Wahyundo H, melakukan pengecekan ribuan koleksi Museum Nasional yang berasal dari Museum Delft Belanda, di Jakarta, Jumat (27/12/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Dina Fitri Anisa / EAS Jumat, 10 Juli 2020 | 23:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tkonsisten mempertahankan sejarah keberadaan jalur rempah, yang merupakan puncak peradaban penting bagi bangsa Indonesia pada masa lalu. Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, Hilmar Farid mengatakan, jalur rempah merupakan saksi perkembangan dan pasang surut peradaban bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari. Keberadaan rempah dinilai sangat erat dengan perjalanan kekuasaan politik, dan sosial budaya bangsa Indonesia.

Dilansir dari siaran pers, Jumat (10/7/2020), Hilmar memaparkan beberapa program jalur rempah diharapkan dapat diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

“Itulah yang perlu dipahami oleh masyarakat Indonesia, khususnya anak muda bagaimana jalur rempah berperan penting bagi perkembangan bangsa," papar Hilmar.

 

Selain itu dari aspek ekonomi diharapkan rempah-rempah bisa menjadi daya ungkit terhadap produk unggulan Indonesia, mulai dari pengobatan, makanan, kesenian dan produk budaya lainnya.

Program jalur rempah adalah gerakan bersama dari seluruh stakeholder. Ke depan akan diadakan pula program muhibah dengan kapal menelusuri jalur-jalur pelabuhan yang pernah berhubungan dengan rempah-rempah pada masa lalu.



Sumber: BeritaSatu.com