Mendagri: Pandemi Ini Harus Dihadapi dengan Prinsip Sun Tzu

Mendagri: Pandemi Ini Harus Dihadapi dengan Prinsip Sun Tzu
Mendagri Tito Karnavian saat memberikan pengarahan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua didampingi Wakil Gubernur Provinsi Papua Klemen Tinal di Jayapura, Jumat (10/7/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Roberth Vanwi Isidorus)
Robert Vanwi Isidorus / RSAT Sabtu, 11 Juli 2020 | 05:41 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri)  H Muhammad Tito Karnavian menegaskan kasus positif Covid-19 di Indonesia termasuk di Provinsi Papua, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Mimika terus meningkat. Sejak kasus Covid - 19 terjadi di Wuhan pada Desember 2019, Indonesia tenang - tenang saja dengan pandemi ini karena dianggap jauh, namun hingga hari ini semakin banyak kasus positif di Indonesia.

“Dalam waktu 5 bulan dari 216 negara di dunia, hampir semua terinfeksi Covid-19, terkonfirmasi 10.321.689 kasus dan yang meninggal sekitar 507.435 orang. Pandemi Covid - 19, ini bagi saya merupakan pandemi terluas secara pandemi yang pernah terjadi di seluruh dunia," ujar Tito Karnavian saat memberikan pengarahan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua di Cenderawasih Room Swiss-Bell Hotel Jayapura, Jumat (10/7/2020).

Menurut Tito Karnavian ada 2 pandemi besar yang memakan korban jiwa banyak. Pada abad ke -14 yaitu pandemi The Black Death (1347 - 1351) membunuh 1/3 hingga 2/3 populasi di Eropa. Kedua pandemi Spanish Flu (1918) yang terjadi di Spanyol setelah perang dunia ke II yang mengakibatkan korban meninggal dunia sekitar 50 juta orang.

Dengan adanya pandemi Covid-19 ini  permintaan barang semakin berkurang oleh pembeli, akibatnya terjadi banyaknya pengangguran, PHK, karyawan dirumahkan sehingga terjadi krisis sosial.

“Ada suatu dilema antara mengutamakan kesehatan publik atau mau menyelamatkan ekonomi. Ini harus dicari balance atau keseimbangan, artinya ekonomi dan kesehatan berjalan bersama,” ujar Mendagri Tito Karnavian yang  didampingi Wakil Gubernur Provinsi Papua Klemen Tinal.

Diungkapkan pandemi Covid-19 ini merupakan krisis ekonomi maupun sosial. Pemerintah daerah harus bekerja keras dengan berinovasi dan melakukan berbagai cara  sesuai kondisi objektif daerah masing - masing dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Untuk itu perlu kerja sama yang baik antara semua pihak baik Pemerintah Daerah, TNI - Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, ormas, dan masyarakat sendiri sebagai ujung tombak dan punya kesadaran sendiri dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini.

Dengan adanya Covid-19 yang merupakan pandemi global,  masing - masing negara sibuk mengurusi negaranya sendiri.

"Untuk itu kita harus menghadapi pandemi ini dengan prinsip sun tzu yang artinya prinsip strategi perang dengan mengenali kondisi musuh atau penyakitnya,” tandasnya.

Tampak hadir dalam pengarahan tersebut Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, Kabinda Papua Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik, Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto.

Selanjutnya Direktorat Jendral Bina Administrasi Kewilayahan Syafrizal Za, Kepala Pengadilan Tinggi Papua Heru Pramono,  Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Bambang Trisnohadi, Danrem 172/PWY kolonel Inf. Izak Pangemanan, Ketua DPRD Papua Jhony Banua Rouw, Rektor Uncen Apolo Safanpo, Kepala Pelaksaan BPBD Provinsi Papua/Kepala Sat Pol PP Provinsi Papua Welliam R Manderi.

Kemudian Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Bupati Keerom Muhammad Markum, Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf. Edwin Apria Candra, Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, Kapolres Jayapura AKBP Victor D Mackbon,  Kapolres Keerom AKBP Bahtiar Joko Mujiono, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Roby Kayame, Jubir Satgas Covid 19/Sekretaris Dinkes Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule.



Sumber: BeritaSatu.com