Positivity Rate Covid-19 di Banten Berada di Angka 5,49 Persen

Positivity Rate Covid-19 di Banten Berada di Angka 5,49 Persen
Gubernur Banten Wahidin Halim. (Foto: Beritasatu Photo / Laurens Dami)
Laurens Dami / EHD Sabtu, 11 Juli 2020 | 09:02 WIB

Serang, Beritasatu.com - Positivity rate kasus Covid-19 di wilayah Provinsi Banten berada di angka 5,49 persen sampai dengan tanggal 8 Juli 2020. Positivity rate merupakan rasio antara jumlah kasus yang terkonfirmasi positif dengan total pemeriksaan spesimen swab Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten sekaligus Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banten, Ati Pramudji Hastuti, kepada Beritasatu.com, Sabtu (11/7/2020) menjelaskan, pihaknya telah menghitung positivity rate kasus Covid-19 di Banten sampai dengan tanggal 8 Juli 2020.

Ati mengatakan bahwa sampai dengan tanggal 8 Juli 2020, jumlah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) swab di Provinsi Banten sebanyak 25.058. Dari pemeriksaan swab sebanyak itu, yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 sebanyak 1.375 orang.

Positivity rate sama dengan jumlah kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 dibagi total pemeriksaan spesimen PCR swab dikali seratus persen. Jadi angka positivity rate Covid-19 di Banten diperoleh dari 1.375:25.058 x 100%=5,49 % (seribu tiga ratus tujuh puluh lima dibagi dua puluh lima ribu lima puluh delapan dikali seratus persen sama dengan lima koma empat puluh sembilan persen). Angka riilnya 5,487 persen. Dibulatkan ke atas menjadi 5,49 persen,” jelas Ati.

Ati memaparkan, positif rate untuk masing-masing delapan kabupaten/kota di Banten yakni Kota Cilegon sebesar 1,36 persen; Kota Serang sebesar 3,37 persen; Kabupaten Lebak sebesar 3,67 persen.
“Ketiga daerah di atas yakni Kota Cilegon, Kota Serang dan Kabupaten Lebak kalau dilihat dari positif rate sudah berada di zona hijau,” jelasnya.

Lebih lanjut Ati mengatakan, untuk Kabupaten Pandeglang positif rate-nya sebesar 5,34 persen; Kabupaten Tangerang sebesar 5,38 persen; Kota Tangerang Selatan sebesar 5,91 persen; Kabupaten Serang sebesar 6,05 persen; dan Kota Tangerang sebesar 7,01 persen.

“Kelima daerah di atas positif ratenya di atas lima persen namun berada di bawah 10 persen. Sehingga kelima daerah di atas yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang dan Kota Tangerang berada di zona kuning,” ujarnya.

“Sacara umum positivity rate kasus Covid-19 di Provinsi Banten berada di angka 5,49 persen. Jadi masuk dalam kategori zona kuning,” ujarnya.

Menurut Ati, ada hal yang menggembirakan bagi masyarakat bahwa Banten yang sebelumnya masuk zona merah, kini sudah berada di zona kuning.

Ati mengatakan, pihaknya melakukan evaluasi zona berdasarkan 15 indikator kesehatan masyarakat menuju masyarakat produktif dan aman dari Covid-19 dengan berbasis data.

Ada pun indikator itu yakni dari segi epidemiologi selama dua pekan terakhir mengalami penurunan jumlah kasus positif (kurang lebih 50 persen); penurunan jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) kurang lebih 50 persen; penurunan jumlah meninggal dari kasus positif kurang lebih 50 persen; penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP target kurang lebih 50 persen; penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS kurang lebih 50 persen; penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat (target kurang lebih 50 persen); dan kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif (di atas 75%).

Selain itu, terjadi kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan dari ODP dan PDP; penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk dan penurunan angka kematian per 100.000 penduduk.

Lebih lanjut Ati mengatakan, dari segi surveilans kesehatan masyarakat telah terjadi peningkatan jumlah pemeriksaan spesimen; positivity rate

“Kalau dilihat dari faktor pelayanan kesehatan, jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS Rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif COVID-19. Selain itu, jumlah tempat tidur di RS Rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19. Rt (Angka tingkat penularan aktif efektif) kurang dari satu (

Ati mengatakan, hasil penilaian kelima belas indikator di atas yang memiliki total skor 2,7 yang menyebabkan Banten menjadi Zona Kuning.

Ati mengatakan, pada pekan sebelumnya Provinsi Banten telah keluar dari 10 besar kasus Covid-19 di Indonesia, kini wilayah Provinsi Banten telah masuki zona kuning dengan jumlah kumulatif kasus aktif sebanyak 261 kasus.

Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional pada hari Rabu (8/7/2020) wilayah Provinsi Banten telah memasuki zona kuning atau kasus per hari terletak pada kisaran 101 - 500 kasus. “Hingga saat ini dari data yang ada untuk zona hijau ada 15 provinsi. Zona kuning sebanyak 6 provinsi. Zona orange sebanyak 8 provinsi. Sedangkan Zona Merah sebanyak 5 provinsi,” ujarnya.

Sementara pada hari Rabu (8/7/2020), berdasar Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional jumlah kumulatif kasus aktif di Provinsi Banten sebanyak 261 kasus. Jumlah kumulatif sendiri didapatkan dari jumlah kasus positif dikurangi jumlah kumulatif kasus sembuh dan meninggal.

Gubernur Banten Wahidin Halim menyambut baik hal ini karena semua ini upaya kerja keras seluruh pihak, baik tim kesehatan yang didukung Polri dan TNI serta berbagai unsur lainnya.

Wahidin Halim mengingatkan agar masyarakat yang sudah beraktivitas di luar rumah agar tetap pertahankan protokol kesehatan dalam kehidupan kesehariannya. Sebab, ada beberapa aktivitas bisnis berjalan dan mereka tetap harus menerapkan protokol kesehatan dan tetap dalam kendali serta pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran.

“Masyarakat yang rentan saya sarankan tetap di rumah. Saya juga instruksikan Dinas Kesehatan untuk tetap melakukan penelusuran kontak agresif/masif pada kasus positif, ODP maupun PDP dengan swab PCR. Saya ingin hingga ke titik nol, sampai titik yang aman hingga tidak ada lagi penularan,” ujarnya.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten sampai dengan Kamis (9/7/2020), jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 1.397 kasus dengan perincian sebanyak 255 orang masih dirawat, 1.053 orang dinyatakan sembuh dan 89 orang meninggal.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan sebanyak 3.125 dengan perincian sebanyak 248 orang masih dirawat, sebanyak 2.542 orang dinyatakan sembuh dan sebanyak 335 orang dinyatakan meninggal.

Sedangkan orang dalam pemantauan sebanyak 10.071 orang dengan perincian sebanyak 406 orang masih dipantau dan 9.665 orang dinyatakan sembuh.



Sumber: BeritaSatu.com