Pilkada Kabupaten Paser, Partai Demokrat Harus Usung Kader Sendiri

Pilkada Kabupaten Paser, Partai Demokrat Harus Usung Kader Sendiri
Politisi Partai Demokrat Ihwan Datu Adam (kanan) saat berfoto bersama mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Istimewa)
Asni Ovier / AO Sabtu, 11 Juli 2020 | 16:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Partai Demokrat disarankan untuk mengusung kader sendiri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, termasuk di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Apalagi, Pilkada Serentak 2020 ini menjadi ujian bagi kempemimpinan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal itu dikatakan Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Ersento Maraden Sitorus di Jakarta, Sabtu (11/7/2020). Menurut dia, belakangan ini muncul komentar miring dari sejumlah kader yang mempertanyakan calon yang diusung Partai Demokrat, khususnya kader sendiri.

“Di bawah kepemimpinan AHY tentunya diharapkan menghasilkan kebijakan partai yang berpihak pada kader partai. Apalagi, dalam waktu dekat akan dilaksanakan pilkada pada Desember 2020. Sebaiknya AHY lebih mengutamakan kader partai yang sudah teruji berjuang dan loyalitasnya," kata
Fernando.

Dikatakan, jika AHY ingin mambawa Partai Demokrat menjadi partai modern,maka dia harus mampu mengusung kader yang benar-benar siap berjuang membangun daerah sekaligus mengangkat nama baik partai. "Jadi, bukan sekadar melihat 'isi tas', tetapi yang utama loyalitas, kualitas, dan kapabilitas," ujar dosen Universitas 17 Agustus Jakarta itu.

Terkait itu, Fernando menyoroti surat terbuka politisi Partai Demokrat, Ihwan Datu Adam yang sudah berpengalaman di eksekutif dan legislattif. Dia pernah menjadi wakil bupati Penajam Paser Utara periode 2003-2008 dan saat ini menjadi anggota DPR.

Melalui media sosial, Ihwan menyebarkan surat terbuka yang mengkritik Deputi Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Nurpati yang lebih memilih untuk mengusung calon dari Partai Gerindra dalam pilkada Kabupaten Paser daripada dirinya.

Padahal, kata Fernando, Partai Demokrat memiliki enam kursi, yang lebih banyak daripada Partai Gerindra yang hanya meraup dua kursi di DPRD Paser. Menurut dia, Demokrat sebetulnya tidak kekurangan kader berkualitas sehingga harus mengusung kader partai lain, terutama dengan parpol yang memiliki kursi lebih sedikit di DPRD.

Menurut Fernando, AHY seharusnya juga belajar agar jangan sampai kader-kader berkualitas ini malah pindah partai karena merasa tidak mendapat apresiasi. Menurut dia, Partai Demokrat sudah banyak pengalaman ditinggal kepala daerah yang hanya memanfaatkan partai politik hanya sebagai kendaraan politik untuk maju sebagai peserta pilkada.

"Jadi, saran saya, Partai Demokrat harus mengutamakan kader sendiri. Jangan menjadi partai yang gagal karena tidak mampu menciptakan kader yang siap memimpin dalam setiap tingkatan," kata Fernando.

Pada pilkada Kabupaten Paser, Partai Demokrat dikabarkan akan mengusung pasangan calon Alphad Syarif dan Arbain M Noor. Alphad Syarif merupakan kader Partai Gerindra, sementara Arbain M Noor merupakan seorang ASN.



Sumber: BeritaSatu.com