Dukung Peringatan Jokowi Soal Covid-19, Hasto: Bangsa Indonesia Perlu Tingkatkan Displin

Dukung Peringatan Jokowi Soal Covid-19, Hasto: Bangsa Indonesia Perlu Tingkatkan Displin
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. (Foto: Istimewa)
Markus Junianto Sihaloho / JAS Sabtu, 11 Juli 2020 | 19:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya mendukung peringatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait meningkatnya jumlah positif Covid-19. Hal ini adalah momentum meningkatkan kedisiplinan warga Indonesia.

Menurut Hasto, pihaknya melihat penyebaran Covid=19 terjadi karena protokol Covid yang seharusnya penuh kedisiplinan, banyak yang tidak diikuti. Sehingga apa yang disampaikan Presiden Jokowi adalah demi menyadarkan semuanya bahwa tidak boleh menganggap enteng persoalan penyakit yang disebabkan virus SARS-Cov2 ini.

"Karena itulah sekali lagi bangsa ini harus belajar tentang kedisiplinan. Kedisiplinan untuk mengikuti aturan, kedisiplinan dalam alam pikir, dan juga kedisiplinan di dalam perilaku," kata Hasto di sela-sela Rakor Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDIP, Sabtu (11/7/2020).

Pihaknya sependapat dengan Jokowi, dan hari ini, kedisiplinan itu diwujudkan saat melaksanakan rakor Baguna tersebut. Di mana peserta dicek ulang lewat rapid test, diwajibkan melewati booth temperatur tubuh, memakai masker, dan wajib memegang disinfektan tangan di tangan masing-masing.

"Bahkan tadi saya juga berpidato memakai masker, ternyata juga bisa. Sehingga, imbauan dari kepala negara tersebut harus dijabarkan oleh seluruh jajaran pemerintahan negara, baik pusat dan daerah," kata Hasto.

Ketika ditanya soal yang sering dianggap kurang aktif mendorong kedisiplinan warga adalah pemerintah daerah (Pemda), Hasto mengatakan atas hal itulah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri selalu berusaha memonitor para kepala daerah dari partainya. Para kader yang duduk sebagai kepala daerah diwajibkan melaporkan perkembangan setiap hari.

"Kita harap tak ada pihak yang mempolitisir persoalan Covid-19 ini demi kepentingan pencitraan. Karena yang paling penting adalah bagaimana semua menjaga disiplin agar protokol pencegahan Covid-19 dapat dijalankan dengan baik," katanya.

PDIP pun mengimbau seluruh kepala daerah, seluruh struktur partai, dan seluruh anggota legislatifnya, untuk menyebarluaskan pendidikan rakyat. Tujuannya membangun kesadaran hidup yang berdisiplin yang memenuhi protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

"Dan kami di partai, juga satu napas langsung menyosialisasikan seluruh perintah dari presiden tersebut agar partai juga menjadi pelopor di dalam pencegahan Covid-19," pungkas Hasto.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan penambahan jumlah kasus positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 mencapai 2.657 kasus per hari ini, Kamis (9/7/2020), sudah menunjukkan lampu merah lagi. Artinya, laju penambahan kasus corona di Indonesia sudah dalam posisi yang berbahaya.

“Dan juga perlu saya ingatkan, ini saya kira sudah lampu merah lagi. Hari ini secara nasional, kasus positif tinggi sekali, hari ini 2.657 kasus,” kata Jokowi saat meninjau Posko Penanganan Covid-19 Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020).

Menurutnya, sebaran penambahan kasus positif Covid-19 sangat tergantung pada strategi daerah mengendalikan pandemi virus corona. “Sebaran di seluruh tanah air sangat tergantung sekali kepada bagaiman daerah mengendalikannya,” ujar Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com