SMP di Jambi Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Siswa Wajib Bawa Hand Sanitizier

SMP di Jambi Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Siswa Wajib Bawa Hand Sanitizier
Ilustrasi siswa SMP. (Foto: Antara)
Radesman Saragih / JEM Minggu, 12 Juli 2020 | 21:02 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Jambi menyiapkan ruang disinfektan dan puluhan sarana cuci tangan pada hari pertama kegiatan belajar tatap muka tahun ajaran baru, Senin (13/7/2020). Selain itu para siswa SMP di Kota Jambi juga diwajibkan membawa hand sanitizier (pembersih tangan) masing-masing.

Pantauan Beritasatu.com di SMP Negeri 14 Kota Jambi, Paal V, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (12/7), ruang disinfektan disiapkan di depan pintu masuk utama sekolah. Setiap siswa, guru dan staf pegawai sekolah yang hendak masuk ke kawasan sekolah wajib masuk ke ruang disinfektan tersebut. Selain itu tempat cuci tangan juga disiapkan di depan ruang utama sekolah dan beberapa ruangan kelas.

Kepala Sekolah SMP Negeri 14 Kota Jambi, Bonarti Lubis mengatakan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat mencegah penularan Covid-19 di sekolah tersebut. Protokoler kesehatan tersebut dimulai sejak memasuki lingkungan sekolah, yakni dengan memakai masker, mengukur suhu tubuh, mencuci tangan dan memasuki ruang sanitizier.

“Selain itu, setiap siswa SMP Negeri 14 juga wajib membawa hand sanitizier masing – masing. Para siswa dilarang berjabat tangan dan tetap melakukan physical distancing (jaga jarak),”ujarnya.

Dijelaskan, pada tahap awal proses belajar tatap muka di SMP Negeri 14, Kota Jambi, kegiatan belajar dibatasi, yakni hanya untuk kelas VII dan VIII. Sedangkan kelas IX belum melakukan kegiatan belajar tatap muka. Kelas VII di SMP Negeri 14 Kota Jambi melakukan kegiatan belajar dan orientasi sekolah pukul 07.00 – 09.00 WIB. Sedangkan kelas VIII melakukan kegiatan belajar mulai pukul 09.30 – 11.30 WIB.

 Uji Coba

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan, pelaksanaan kegiatan tatap sekolah muka tahun ajaran baru SMP dan sederajat di Kota Jambi masih bersifat uji coba. Karena itu kegiatan belajar dibatasi hanya dua sampai tiga jam. Kemudian sekolah yang belum siap melaksanakan kegiatan belajar tatap muka sesuai protokoler kesehatan Covid-19 tidak dipaksakan.

“Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka untuk SMP dan sederajat di Kota Jambi masih uji coba. Jadi tidak semua sekolah dipaksakan melaksanakan kegiatan belajar tatap muka pada awal tahun ajaran baru ini,”ujar Syarif Fasha.

Dijelaskan, pihaknya melakukan relaksasi (kelonggaran) di bidang pendidikan dengan memperbolehkan sekolah melakukan kegiatan belajar tatap muka menyusul masih banyaknya siswa SMP/sederajat di kota itu yang tidak memiliki telepon genggam (Handphone/HP) android.

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan kegiatan belajar dalam jaringan (daring) di Kota Jambi empat bulan terakhir, ternyata ada sekitar 500 siswa SMP tidak dapat mengikuti pembelajaran karena tidak memiliki HP android atau laptop.

“Karena itulah satuan pendidikan SD dan SMP di Kota Jambi diberi kesempatan melakukan kegiatan belajar tatap muka. Satgas Covid-19 Kota Jambi memutuskan belajar tatap muka ini sebagai tahapan uji coba. Kegiatan belajar tatap muka Ini tidak boleh dipaksakan di seluruh sekolah. Sekolah yang belum siap tidak apa-apa tetap belajar secara daring,”katanya.  

 



Sumber: BeritaSatu.com