Tuntutan Pidana Maria Pauline Lumowa Terancam Kedaluwarsa
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tuntutan Pidana Maria Pauline Lumowa Terancam Kedaluwarsa

Minggu, 12 Juli 2020 | 14:39 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WM

Jakarta, beritasatu.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) telah berhasil memulangkan Maria Pauline Lumowa (MPL), pelaku pembobolan Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun dari Serbia. MPL akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia setelah buron selama 17 tahun.

MPL merupakan tersangka pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Diketahui, MPL sendiri telah ditangkap pada 2019 lalu sebelum akhirnya diekstradisi.

Perjalanan panjang skandal MPL hingga akhirnya diekstradisi bermula sejak aksi pembobolan yang dilakukan pada tahun 2002. Kasus ini mulai terungkap pada tahun 2003 dengan ditangkapnya sejumlah pelaku disusul juga dengan penetapan sejumlah tersangka pada tahun 2003.

Maria yang saat itu sebagai pemilik PT Gramarindo Mega Indonesia bersama dengan Adrian Waworuntu melakukan pencairan dana dari BNI lewat modus Letter of Credit (L/C) fiktif. Belakangan Gramarindo diketahui tak pernah melakukan aktivitas impor.

Praktisi hukum, Ricky Vinando menjelaskan, dari kronologis kasus tersebut, Menkumham Yassona, menyebutkan MPL melakukan perbuatan pada periode Oktober 2002 sampai Juni 2003.

"Jika itu benar, maka dia (MPL), bulan Oktober 2020 mendatang, dia sudah tidak bisa diapa-apain lagi. Itu karena menyangkut masa kedaluwarsa untuk melakukan penuntutan di pengadilan nanti," kata Ricky Vinando, di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Menurutnya, Kemkumham dan Bareskrim Polri harus membuka tanggal berapa di Oktober 2002 Maria Pauline Lumowa mulai melakukan perbuatan membobol BNI. Mengingat, itu terkait dengan masa daluwarsa untuk menuntut MPL dan MPL dijadikan tersangka dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Tipikor yang ancamannya pidana seumur hidup penjara.

"Sesuai KUHP, untuk kejahatan yang ancaman pidananya seumur hidup itu kedaluwarsa menuntut pidananya 18 tahun setelah kejadian. Artinya kasus MPL dapat dipastikan kedaluwarsa 3 bulan lagi, yaitu pada Oktober 2020, tanggal pastinya saya tidak tahu karena belum dibuka Bareskrim Polri dan Menteri Hukum dan HAM," ucapnya.

Dijelaskan, pada Pasal 78 ayat (1) butir 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait kewenangan menuntut pidana hapus karena daluwarsa, berbunyi :
- Mengenai semua pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan dengan percetakan sesudah satu tahun;
- Mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana denda, pidana kurungan, atau pidana penjara paling lama tiga tahun, sesudah enam tahun;
- Mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana penjara lebih dari tiga tahun, sesudah dua belas tahun;
- Mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, sesudah delapan belas tahun.

"Jadi terbuka saja, jangan sampai kita menuntut orang yang perbuatannya secara hukum sudah bisa dipastikan kedaluwarsa atau expired pada Oktober 2020. Tak guna lagi. Saya yakin Oktober belum memasuki tahapan penuntutan di pengadilan. Kalau sudah daluwarsa, hak menuntut dia telah dihapus oleh UU yaitu KUHP, jadi sidang pun harus disetop kalau saat pemeriksaan saksi atau ahli, bertepatan dengan tanggal melakukan perbuatan pada Oktober 2002, karena sudah daluwarsa melanggar hak dia (MPL) itu kalau nanti tetap diteruskan" ujarnya.

Jika tidak bergerak dengan sangat cepat, maka sesuai KUHP hampir bisa dipastikan proses penegakkan hukum kepada tersangka MPL akan melewati batas kedaluwarsa, yaitu bulan Oktober 2020 mendatang.

"Saya yakin tidak akan terkejar sampai tahap penuntutan oleh JPU. Panjang prosesnya. Baca dakwaan, eksepsi, putusan sela, pemeriksaan saksi dan ahli sampai tuntutan, nah pemeriksaan saksi dan ahli itu yang memakan waktu lama, apalagi sekarang MPL masih ditahan di tahap penyidikan, belum lagi akan ada proses BAP, pemeriksaan saksi dan ahli juga soal bukti yang bisa saja hilang atau nyelip karena telah 17 tahun mogok ini kasus karena dia kabur," ungkapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

KPK Segel Sejumlah Ruangan Pemkab Kolaka Timur

Salah satu ruangan yang disegel KPK, yakni ruangan Bupati Kolaka Timur termasuk rumah jabatan.

NASIONAL | 22 September 2021

Tiba di Gedung KPK, Bupati Kolaka Timur Bungkam

Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur memilih bungkam saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/9/2021). Andi Merya diketahui ditangkap KPK dalam OTT kemarin.

NASIONAL | 22 September 2021

Jika Muncul Klaster Covid-19, Gibran Akan Tutup Sekolah

Gibran Rakabuming Raka memastikan akan langsung menutup sekolah jika muncul klaster Covid-19 akibat kegiatan pembelajaran tatap muka.

NASIONAL | 22 September 2021

Nadiem Belajar dan Dengar Curhat Orang Rimba

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mendengarkan curhat dari anak-anak Orang Rimba Suku Anak Dalam, Selasa (21/9/2021).

NASIONAL | 22 September 2021

Tinjau Vaksinasi Merdeka, Jokowi Minta Mahasiswa Gerakkan Masyarakat Ikut Vaksinasi

Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di Kampus IPB. Jokowi meminta mahasiswa turut menggerakan masyarakat agar mau divaksin.

NASIONAL | 22 September 2021

Tangkap Bupati Kolaka Timur, KPK Juga Sita Uang

KPK menangkap Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur dan sejumlah pihak dalam OTT Selasa (21/9/2021). Tak hanya menangkap Andi Merya, KPK juga menyita uang.

NASIONAL | 22 September 2021

Jokowi Tegaskan Keseriusan Berantas Mafia Tanah

Jokowi menyatakan keseriusannya untuk memberantas mafia tanah di berbagai daerah di Tanah Air.

NASIONAL | 22 September 2021

Pemerintah Tetapkan 16 Hari Libur Nasional Tahun 2022

Penetapan libur nasional dan cuti bersama berdasarkan hasil evaluasi selama dua tahun terakhir sejak pandemi Covid-19.

NASIONAL | 22 September 2021

Standardisasi Penting bagi Penjaminan Mutu Sistem Pendidikan Nasional

Pengelolaan pendidikan nasional sejatinya tetap membutuhkan standar yang jelas dan terukur, tidak hanya tertib administrasi, melainkan juga pada perbaikan mutu.

NASIONAL | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Bela Prancis, Pemimpin Uni Eropa Kecewa Atas Kesepakatan AUKUS

Bela Prancis, Pemimpin Uni Eropa Kecewa Atas Kesepakatan AUKUS

DUNIA | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings