Skema Pembelajaran di Madrasah Sesuai Kebijakan Pemda

Skema Pembelajaran di Madrasah Sesuai Kebijakan Pemda
Suasana kegiatan belajar mengajar siswa dan guru di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Muhajirin, Lebak, Banten. (Foto: Antara Foto)
Maria Fatima Bona / IDS Minggu, 12 Juli 2020 | 18:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kementerian Agama (Kemag), A Umar mengatakan, skema pembelajaran madrasah tahun ajaran 2020/2021 yang dimulai pada Senin (13/7/2020) dilakukan sesuai kondisi zona daerah dan kebijakan pemerintah daerah (pemda) setempat.

Satuan pendidikan yang berada di daerah zona hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan setelah mendapatkan izin dari pemda melalui dinas pendidikan provinsi atau kabupaten/kota, kantor wilayah Kemag provinsi, dan kantor kabupaten/kota berdasarkan persetujuan Gugus Tugas Covid-19 setempat.

Menurut Umar, pemerintah telah menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik Tahun 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. SKB ini antara lain mengatur bahwa pemerintah melalui Gugus Tugas Covid-19 telah menetapkan zona hijau, kuning, oranye, dan merah pada seluruh wilayah kabupaten/kota di Indonesia.

"Satuan pendidikan yang berada di daerah zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan kegiatan belajar dari rumah," ujar Umar dalam siaran persnya, Minggu (12/7/2020).

Ia menyebutkan, madrasah di zona hijau yang sudah memenuhi persyaratan sesuai SKB 4 Menteri, serta disetujui Gugus Tugas Covid-19 setempat, maka Kepala Kanwil Kemag Provinsi atau Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota dapat memperbolehkan madrasah itu melakukan pembelajaran tatap muka. Namun, madrasah harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ia menambahkan, Kanwil Kemag Provinsi memberikan persetujuan untuk Madrasah Aliyah (MA). Sementara Kanwil Kemag Kabupaten/Kota memberikan persetujuan untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Khusus untuk bulan pertama, pembelajaran tatap muka hanya dapat diberlakukan untuk MTs dan MA saja. Untuk MI, dapat diberlakukan sebulan berikutnya jika statusnya masih hijau.

Untuk meringankan tugas guru, tenaga kependidikan, dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran daring, lanjut Umar, Direktorat KSKK Madrasah telah menjalin kerja sama dengan provider selular. Ada XL Axiata, Indosat Ooredoo, Telkomsel, dan Tri yang akan memberikan bantuan kuota internet dengan harga terjangkau bagi para pelajar, serta pendidik dan tenaga kependidikan madrasah selama pandemi Covid-19. Pembelian kuota ini juga bisa bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) madrasah.

"Ada diskon harga hingga 60%. Paket kuota internet menjadi lebih terjangkau dan itu bisa dibiayai dari BOS sehingga siswa dan guru tidak perlu keluar biaya lagi," ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com