Hubungan Indonesia – Serbia Terjalin Amat Baik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hubungan Indonesia – Serbia Terjalin Amat Baik

Minggu, 12 Juli 2020 | 15:31 WIB
Oleh : Fana F Suparman, Willy Masaharu, Yeremia Sukoyo / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly menuntaskan proses ekstradisi Maria Pauline Lumowa, buronan pembobol kas BNI senilai Rp 1,7 triliun dari Serbia.

Proses ekstradisi terhadap Maria yang telah 17 tahun buron ini mengukir prestasi tersendiri.

Hal ini lantaran Indonesia dan Serbia belum memiliki perjanjian ekstradisi dan mutual legal assistance (MLA). Ekstradisi terhadap Maria tidak terlepas dari diplomasi hingga hubungan baik kedua negara.

Untuk itu, proses ekstradisi Maria semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Serbia, terutama di bidang hukum dan Hak

Asasi Manusia. Kedua negara bakal segera melanjutkan proses perundingan perjanjian ekstradisi dan MLA. Proses perundingan ini telah dimulai saat Menkumham dan delegasi berkunjung ke Serbia.

"Pertemuan pak Menteri (Yasonna) dengan Wakil Menteri Kehakiman, Wakil Perdana Menteri dan terakhir juga diterima dalam kunjungan kehormatan dengan Presiden Serbia (perjanjian ekstradisi dan MLA) ini salah satu pembicaraan yang utama. Kick off dimulainya perundingan perjanjian ekstradisi dan MLA," kata Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM (Dirjen AHU Kemkumham) Cahyo R Muzhar, saat ditemui Beritasatu.com, di kantornya, Sabtu (11/7/2020).

Cahyo berharap, proses perundingan perjanjian MLA dan ekstradisi Indonesia-Serbia dapat segera berjalan. Cahyo meyakini pandemi Covid-19 tak menjadi hambatan dalam melakukan perundingan selama mematuhi protokol kesehatan.

"Diharapkan akhir tahun ini, paling lambat awal tahun depan kita sudah mulai perundingan putaran pertama. Nanti kita lihat tempatnya apakah di Indonesia atau Serbia. Biasanya minimal itu butuh dua putaran perundingan," katanya.

MLA adalah kerja sama saling memberikan bantuan dalam masalah-masalah hukum. UU 1/2006 tentang Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana, memungkinkan Indonesia mengadakan kerja sama dengan negara lain mengatasi persoalan hukum lintas negara, baik yang terjadi di Indonesia maupun di negara mitra kerja sama.

Sementara ekstradisi adalah penyerahan oleh suatu negara kepada negara yang meminta penyerahan seseorang yang disangka atau dipidana karena melakukan suatu kejahatan di luar wilayah negara yang menyerahkan dan di dalam yurisdiksi wilayah negara yang meminta penyerahan tersebut, karena berwenang untuk mengadili dan memidananya. Ekstradisi diatur dalam UU 1/1979.

Cahyo mengatakan, saat ini Indonesia memiliki 12 perjanjian MLA dan ekstradisi dengan negara lain. Perjanjian dengan 12 negara sudah berlaku sementara perjanjian MLA dengan Rusia saat ini telah memasuki tahap ratifikasi di masing-masing negara.

Cahyo melanjutkan, dalam membuat perjanjian ekstradisi atau MLA, Indonesia memprioritaskan negara-negara yang berbatasan. Hal ini lantaran negara-negara tersebut paling intens berhubungan dengan Indonesia baik dalam lalu lintas orang maupun perekonomian.

Selain itu, Indonesia juga memprioritaskan negara-negara yang menjadi pusat ekonomi dunia. Diketahui, DPR baru saja menyetujui UU perjanjian MLA antara Indonesia dan Konfederasi Swiss.

"Kita lihat negara-negara yang menjadi financial centers, negara yang menjadi pusat-pusat keuangan dunia. Kita lihat juga yang masih rawan-rawan. Orang banyak melarikan uang. Banyak lembaga keuangannya. Kita buat perjanjian juga," katanya.

Tak Khawatir
Sebelumnya, dalam informasi yang beredar, Duta Besar Belanda di Serbia sempat mendekati Duta Besar Indonesia di Serbia agar agar proses ekstradisi urung terlaksana. Juga, Belanda sempat melobi Serbia agar tersangka kasus pembobolan BNI senilai Rp 1,7 triliun itu tidak diekstradisi dan menjalani proses hukum di Indonesia. Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil.
Indonesia tak khawatir dengan upaya yang dilakukan Belanda dalam melindungi Maria Pauline Lumowa.

Serbia berkomitmen membantu proses ekstradisi hingga akhirnya delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly berhasil memulangkan Maria ke Indonesia pada Kamis (9/7/2020) lalu.

Cahyo R Muzhar menilai, upaya yang dilakukan Belanda melindungi Maria Pauline merupakan hal yang wajar. Hal ini lantaran Maria telah menjadi warga negara Belanda sejak 1979.

"Saya pikir itu suatu hal yang sangat wajar saja namanya juga warga negaranya kan," kata Cahyo.

Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi Maria kepada Kerajaan Belanda pada 2010 dan 2014. Namun, dua permohonan itu ditolak. Belanda saat itu menawarkan agar proses hukum Maria dilakukan di Negeri Kincir Angin. Padahal, tindak pidana dan barang-barang bukti kasus Maria berada di Indonesia.

Lantaran tak menemui titik temu, proses ekstradisi itu pun berlarut hingga Maria diketahui ditangkap oleh NCB Interpol Serbia pada 16 Juli 2019 lalu.

Cahyo tak mempersoalkan jika Belanda keberatan dengan ekstradisi Maria ke Indonesia. Cahyo, yang juga turut serta dalam delegasi ke Serbia, mengatakan, saat itu, pihaknya fokus meyakinkan Serbia untuk merampungkan proses ekstradisi.

"Kalaupun Belanda melakukan upaya atau protes. Yang saya dengar Belanda juga mengajukan keberatan. Suatu hal yang wajar akan berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi warganya," katanya.

Proses ekstradisi Maria yang telah 17 tahun buron menjadi prestasi tersendiri. Hal ini lantaran Serbia dan Indonesia belum memiliki perjanjian ekstradisi dan mutual legal assistance (MLA). Ekstradisi bisa terlaksana lantaran hubungan baik kedua negara dan proses diplomasi yang dilakukan sejak tahun lalu.

"Bahwa suatu negara menangkap dan menahan dan bersedia mengekstradisikan seseorang ke negara yang mana negara tersebut tidak mempunyai perjanjian bilateral ekstradisi itu harus kita sangat hargai. Punya perjanjian ekstradisi saja kadang-kadang karena kompleksnya persyaratan yang harus dipenuhi dan tentunya juga kalau sudah bicara soal hubungan antarnegara itu kita tidak bisa an sich hukum saja tapi kita lihat juga kondisi hubungan kedua negara juga," katanya.

Mengingat hubungan baik tersebut, Cahyo mengatakan, saat ini pemerintah sedang berupaya merampungkan perundingan perjanjian MLA dan ekstradisi dengan Serbia yang prosesnya telah dimulai saat kunjungan Yasonna.

"Diharapkan akhir tahun ini, paling lambat awal tahun depan kita sudah mulai perundingan putaran pertama nanti kita lihat tempatnya apakah di Indonesia atau Serbia. Biasanya minimal itu butuh dua putaran perundingan," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

KSP: Pemerintah Konsisten Wujudkan Reforma Agraria

Abetnego Tarigan menegaskan, pemerintah tetap konsisten mewujudkan reforma agraria dan menyelesaikan konflik agraria

NASIONAL | 18 September 2021

Kemdikbudristek: 85% Sekolah Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Hingga saat ini dari total 435.650 sekolah jenjang SD sampai SMA di Indonesia, terdapat 85% sekolah siap kembali menerapkan PTM terbatas

NASIONAL | 18 September 2021

Jawab Tantangan Bonus Demografi, Indonesia Butuh SDM Unggul

Filda mengatakan, bonus demografi harus dicermati secara bijak agar produktivitas dan daya saing penduduk usia produktif di Indonesia terus meningkat.

NASIONAL | 18 September 2021

Pencuri Gasak Uang Ratusan Juta Rupiah dari ATM Bank Jateng

Pencuri menggasak uang ratusan juta rupiah dari sebuah mesin ATM Bank Jateng di salah satu toko modern di Kota Semarang.

NASIONAL | 18 September 2021

Pendidikan, Alat Ampuh Beradaptasi pada Era Perubahan

Pendidikan kini menjadi alat bantu paling tepat untuk beradaptasi pada era perubahan yang sangat cepat.

NASIONAL | 18 September 2021

U-Dictionary, Cara Amanda Manopo Belajar Bahasa Asing

Sosok Amanda Manopo menginspirasi banyak anak muda lainnya untuk tidak pernah berhenti belajar dimanapun dan kapanpun.

NASIONAL | 18 September 2021

UGM Luncurkan Program Beasiswa Dato' Low Tuck Kwong – Purnomo Yusgiantoro Center

UGM Yogyakarta meluncurkan program beasiswa Dato’ Low Tuck Kwong – Purnomo Yusgiantoro (PYC), pada Sabtu (18/9/2021).

NASIONAL | 18 September 2021

BNPB: Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Talaud, Tak Ada Korban Jiwa

Menurut BNPB, angin kencang merusak sejumlah rumah warga di Kabupaten Kepulauan Talaud namun tak ada korban jiwa dan luka-luka dalam peristiwa ini.

NASIONAL | 18 September 2021

Thendri Supriatno: ISDA Upaya Mengedukasi Korporasi Terapkan SDG's

ISDA adalah salah satu upaya mengedukasi korporasi agar ada keseimbangan dalam pembangunan ekonomi, sosial serta kesadaran akan lingkungan.

NASIONAL | 18 September 2021

Intimidasi Kapal Perang Tiongkok, Pakar: Nelayan Indonesia Perlu Eksploitasi ZEE Natuna

nelayan Indonesia di Natuna menyampaikan kapal perang dan penjaga pantai Tiongkok lalu lalang dan mengintimidasi mereka saat menangkap ikan.

NASIONAL | 18 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Kadin: Diskon PPnBM 100% Dorong Produksi dan Kinerja Ekspor

Kadin: Diskon PPnBM 100% Dorong Produksi dan Kinerja Ekspor

EKONOMI | 18 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings