Kemdikbud: Tahun Ajaran Baru Wajib Utamakan Kesehatan Siswa

Kemdikbud: Tahun Ajaran Baru Wajib Utamakan Kesehatan Siswa
Ruang kelas SMPN 2 Kota Bekasi sudah diberi garis silang di setiap meja agar tidak ditempati para murid, Minggu (12/7/2020) petang. Namun, KBM tetap dilakukan secara daring saat hari pertama tahun ajaran 2020/2021, Senin 13 Juli 2020 besok. (Foto: BeritaSatu Photo)
Maria Fatima Bona / IDS Minggu, 12 Juli 2020 | 19:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Plt Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hamid Muhammad, kembali menegaskan, pelaksanaan tahun ajaran baru di masa pandemi harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa. Oleh karena itu, sekolah yang akan dibuka hanyalah yang berada di zona hijau dan wajib menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, sekolah harus mendapat izin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat.

“Sekolah yang sudah diizinkan untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka hanya sekolah yang berada di zona hijau dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Hamid kepada Suara Pembaruan, Minggu (12/7/2020) petang.

Hamid menambahkan, meski sekolah di zona hijau diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka, sekolah-sekolah ini tetap dilarang untuk melaksanakan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara langsung.

Terkait dengan jumlah sekolah yang akan menjalankan pembelajaran tatap muka, Hamid menyebutkan, hingga Minggu (12/7/2020) belum ada laporan dari setiap dinas pendidikan di daerah zona hijau. Oleh karena itu, ia belum memiliki data ada berapa kabupaten/kota dan sekolah yang resmi melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Hamid menyebutkan, berdasarkan data yang dihimpun Kemdikbud hingga 5 Juli 2020, jumlah zona hijau seluruh Indonesia sebanyak 104 kabupaten/kota dengan 61 tidak terdampak dan 43 tidak ada kasus baru.

“Namun per hari ini, jumlah kabupaten/kota zona hijau yang tidak terdampak berkurang menjadi 54 kabupaten/kota. Belum ada update untuk kabupaten/kota yang tidak ada kasus baru dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com