Mendikbud: Proses Pembukaan Sekolah di Zona Hijau Harus Bertahap

Mendikbud: Proses Pembukaan Sekolah di Zona Hijau Harus Bertahap
Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: istimewa)
Maria Fatima Bona / IDS Minggu, 12 Juli 2020 | 19:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menyebutkan, terdapat beberapa kabupaten/kota yang merupakan zona hijau menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional. Dengan demikian, dimungkinkan memulai pembelajaran tatap muka dengan persyaratan protokol kesehatan yang ketat.

Kendati begitu , prosesnya dilakukan secara bertahap, yakni dimulai dari jenjang SMP dan SMA/SMK terlebih dahulu.

"Ini mengenai kenyamanan dan kepercayaan kita kepada institusi sekolah yang bisa melakukan protokol kesehatan yang baik. Itu kuncinya," ucap Nadiem dalam siaran persnya, Minggu (12/7/2020).

Nadiem menyebutkan, kebijakan membuka sekolah kembali menjadi kewenangan kepala daerah, kepala sekolah, dan orang tua. Orang tua mempunyai hak untuk menentukan apakah memang sekolah tersebut sudah siap untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka kembali.

"Jadinya, sekolah-sekolah kalau mau membuka kembali pembelajaran tatap muka harus benar-benar meyakinkan semua orang tua bahwa protokol kesehatan di sekolahnya itu sudah sangat mapan," ujar Nadiem.

Selanjutnya, Nadiem mengatakan, apabila ada orang tua yang merasa tidak siap jika anaknya harus kembali bersekolah, maka ia berhak untuk menolak dan anak tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah.

Untuk memastikan kesiapan sekolah dibuka, Nadiem menuturkan, pihaknya sedang melakukan monitoring untuk memeriksa kesiapan beberapa wilayah zona hijau yang akan menerapkan pembelajaran tatap muka kembali.

“Jadi harapan kami adalah pemda dan kepala dinas itu bisa benar-benar mendukung proses ini, dan tentunya Kemdikbud di sini siap mendukung dan salah satu caranya adalah tentunya sumber dayanya kita jadikan fleksibel," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com