Tindak Lanjut Kasus Limbah Medis di Bekasi Harus Diperjelas
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tindak Lanjut Kasus Limbah Medis di Bekasi Harus Diperjelas

Senin, 13 Juli 2020 | 08:37 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Bogor, Beritasatu.com - Kontroversi limbah medis yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, harus diperjelas. Penegakkan hukum berdasarkan fakta yang ada harus terus dilakukan agar tindakan tersebut tidak terulang lagi.

Demikian disampaikan Sekretaris Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo) Jawa Barat Chris Pasaribu di Bogor, Senin (13/7/2020).

Dikatakan, tindakan membuang limbah medis atau sampah mempunyai dampak lingkungan yang cukup besar. Apalagi, pada masa pandemi Covid-19 ini, semua limbah yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan wabah tersebut harus dikelola secara ketat sesuai aturan yang ada.

“Jangan sampai tindakan membuang limbah medis tidak sesuai aturan itu dibiarkan. Hal itu membahayakan manusia dan lingkungan sekitarnya,” jelas Chris.

Untuk itu, pihaknya sangat mendukung agar langkah hukum harus terus dilakukan kepada pihak-pihak yang diduga membuang limbah tersebut. Hal itu akan memberikan efek jera dan bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya.

Seperti diketahui, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengatakan pelaku dugaan pembuangan limbah medis serta bahan berbahaya dan beracun (B3) ke Zona IV TPA Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, telah teridentifikasi. Hal tersebut baru dari hasil temuan struk pembayaran dan beberapa resep obat yang mengatasnamakan salah satu rumah sakit (RS) swasta di Kota Bekasi.

"Dari hasil verifikasi dan inspeksi ke lokasi, terlihat adanya struk pembayaran dan beberapa kertas bekas resep atas nama RS swasta,” ujar Yayan Yuliana, Selasa (8/7).

Berbeda dengan Dinas LH, Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyimpulkan tumpukan sampah yang diduga sebagai limbah medis dan diduga masuk kategori B3 itu merupakan sampah domestik. Adapun limbah tersebut dibuang dari rumah tangga warga Kota Bekasi. Penjelasan ini berbeda dengan keterangan dari Dinas Lingkungan sebelumnya yang mengatakan sebagai limbah medis.

“Sampah tersebut masuk kategori sampah domestik karena menggunakan kantong plastik hitam atau karung biasa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Kamis (9/7/2020).

Sebelumnya, keberadaan limbah tersebut diakui para pemulung di TPA Sumurbatu dan biasanya dibuang saat tengah malam. Sampah medis tersebut sudah terlihat sejak awal Juni 2020.

“Sejak awal Juni sudah ditemukan masker, bungkus obatan,” ujar Jaenal (40), salah satu pemulung.

Penjelasan tersebut memperkuat penemuan limbah medis di TPA Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, oleh jajaran Koalisi Persampahan Nasional (KPNas).

Berdasarkan investigasi KPNas pada 4 Juli 2020 masih ditemukan pembuangan limbah medis diduga bekas penanganan Covid-19 di Zona IV TPA Sumurbatu.

“Limbah medis itu bekas sortir dan sisa-sisanya dibuang ke Zona IV tersebut. Sebagian limbah medis itu tercampur dengan sampah biasa. Sebagian masih dalam sejumlah bungkus keresek merah,” ujar Ketua KPNas Bagong Suyoto.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PT DKI Kabulkan Banding Peradi Kubu Fauzie, Otto: Saatnya Merajut Kebersamaan

Otto menyatakan tidak ada lagi perselisihan di antara pengurus.

NASIONAL | 13 Juli 2020

FSGI: Perlu Ada Gerakan Orangtua Dampingi Anak di Hari Pertama Belajar Daring

Sebab, rata-rata sekolah menggelar pembelajaran dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring.

NASIONAL | 12 Juli 2020

Mendikbud: Proses Pembukaan Sekolah di Zona Hijau Harus Bertahap

Nadiem menyebutkan, kebijakan membuka sekolah kembali menjadi kewenangan kepala daerah, kepala sekolah, dan orang tua.

NASIONAL | 12 Juli 2020

ISKA: Mulailah Berbisnis melalui Dunia Digital

Mulailah dari yang tersedia untuk melanjutkan kehidupan di tengah pandemi Covid-19

NASIONAL | 12 Juli 2020

Kemdikbud: Tahun Ajaran Baru Wajib Utamakan Kesehatan Siswa

Sekolah yang sudah diizinkan untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka hanya sekolah yang berada di zona hijau dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

NASIONAL | 12 Juli 2020

Hubungan Indonesia – Serbia Terjalin Amat Baik

Delegasi Indonesia yang dipimpin Menkumham Yasonna H Laoly menuntaskan proses ekstradisi Maria Pauline Lumowa, buronan pembobol kas BNI senilai Rp 1,7 triliun

NASIONAL | 12 Juli 2020

Skema Pembelajaran di Madrasah Sesuai Kebijakan Pemda

Satuan pendidikan yang berada di daerah zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka.

NASIONAL | 12 Juli 2020

Buleleng Dapat Hibah Lahan dan Bangunan dari Pemprov Bali

Tercatat, ada 19 bidang tanah dan tujuh bangunan yang dihibahkan Pemprov Bali ke Pemkab Buleleng.

NASIONAL | 12 Juli 2020

KPAI: Ada Sekolah Dibuka Tak Sesuai SKB 4 Menteri

KPAI menerima laporan ada daerah yang nekad membuka sekolah meskipun di wilayahnya kasus Covid-19 masih tinggi.

NASIONAL | 12 Juli 2020

Tuntutan Pidana Maria Pauline Lumowa Terancam Kedaluwarsa

Kemkumham telah berhasil memulangkan Maria Pauline Lumowa (MPL), pelaku pembobolan Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun dari Serbia.

NASIONAL | 12 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS