Kendalikan Covid-19, Jokowi Minta Masifkan 3T di 8 Provinsi

Kendalikan Covid-19, Jokowi Minta Masifkan 3T di 8 Provinsi
Presiden Jokowi. (Foto: istimewa)
Lenny Tristia Tambun / Novy Lumanauw / AB Senin, 13 Juli 2020 | 10:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk mengendalikan kasus positif virus corona atau Covid-19 yang masih tinggi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk memasifkan pelaksanaan 3T (testing, tracing dan treatment) di delapan provinsi.

Di antaranya Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Papua.

“Tetap pada concern kita untuk memasifkan 3T, testing, tracing dan treatment. Dengan prioritas khusus testing, tracing dan treatmen ini di delapan provinsi, yaitu Jatim, DKI Jakarta, Jabar, Sulsel, Jateng, Sumut, dan Papua,” kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas (Ratas) tentang Percepatan Penanganan Dampak Pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/7/2020).

Untuk testing, lanjut Jokowi, jumlah peralatan PCR test harus ditingkatkan dengan menambah jumlah laboratorium di daerah dan mobile laboratorium PCR. Sehingga, pemeriksaan tes Covid-19 ini bisa mencapai target baru yang telah ditetapkan yakni 30 ribu spesimen.

“Untuk tes harus ditingkatkan jumlah PCR tes dengan menambah jumlah laboratorium-laboratorium di daerah plus mobile laboratorium PCR. Yang kita harapkan nantinya, target yang kita harapkan, target yang saya sampaikan bisa tercapai yaitu 30 ribu,” terang Jokowi.

Kemudian, terkait tracing contact atau penelusuran orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) dapat terus ditingkatkan. Dari hasil tracing tersebut, mereka akan diberikan isolasi mandiri.

Selanjutnya, untuk treatment, Jokowi meminta dilakukan peningkatan fasilitas rumah sakit (RS) yang menangani pasien positif Covid-19, baik itu jumlah tempat tidur, alat pelindung diri (APD), obat-obatan, ventilator, dan kamar isolasi.

“Ini juga masih memerlukan tambahan-tambahan untuk provinsi-provinsi yang saya sebut. Kalau memang kekurangan agar Kementerian Kesehatan bisa menyampaikan ke Menteri PU agar bisa segera diselesaikan,” jelas Jokowi.

Seperti diketahui, Juru bicara percepatan penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebut dalam 24 jam sampai hari Minggu (12/7/2020) telah melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 22.379. Sehingga total spesimen yang sudah diperiksa sampai hari ini sebanyak 1.061.367.

Dari jumlah tersebut, didapat penambahan kasus baru 1.681, sehingga total kasus Covid-19 di Indonesia sampai hari Minggu berjumlah 75.699.

"Kalau kita lihat dari sebarannya, Jawa Timur melaporkan 518 kasus baru dan 207 sembuh, DKI Jakarta 404 kasus baru dan 160 sembuh, Sulawesi Selatan 173 kasus baru dan 107 sembuh, Kalimantan Selatan 77 kasus baru dan 107 sembuh, Jawa Tengah 70 kasus baru dan 30 sembuh, Papua 63 kasus baru dan 7 sembuh, Jawa Barat 50 kasus baru dan 10 sembuh ," ujar Achmad Yurianto di Graha BNPB, Minggu (12/7/2020).



Sumber: BeritaSatu.com