DPR Minta Pemerintah Gratiskan Rapid Test untuk Warga Tak Mampu
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

DPR Minta Pemerintah Gratiskan Rapid Test untuk Warga Tak Mampu

Senin, 13 Juli 2020 | 11:56 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah menggratiskan rapid test Covid-19 bagi masyarakat tidak mampu.

Menurut Netty, seharusnya ada formulasi dan aturan agar masyarakat berpenghasilan rendah, rentan miskin dan tidak mampu dapat menjalani rapid test dengan biaya ditanggung pemerintah. Sebab, kepemilikan surat keterangan bebas Covid-19 berperan penting bagi mereka untuk bepergian dengan transportasi umum di era normal baru (new normal).

"Dengan konsep new normal yang terus digalakkan, kebutuhan masyarakat akan surat keterangan bebas Covid-19 sebagai syarat bepergian dengan transportasi umum tentu makin tinggi. Kasihan jika rakyat tidak bisa mobilitas karena biayanya mahal,” ungkap Netty dalam keterangannya, Senin (13/7/2020).

Diketahui, pemerintah telah menentukan batas harga tertinggi pemeriksaan rapid test yakni sebesar Rp 150.000. Namun, kebijakan ini menuai berbagai kritik dari kalangan pengelola fasilitas kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia. Pemerintah dianggap tidak memperhatikan harga alat tes di tingkat distributor dan komponen biaya lainnya.

"Seharusnya dikomunikasikan dulu dengan pihak-pihak terkait, agar tidak menimbulkan gejolak dan kritik. Saat ini, banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang cash flow-nya kurang baik. Jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan, baik masyarakat maupun tenaga medis yang memberikan pelayanan," ujar politisi Fraksi PKS itu.

Netty pun sependapat dengan masukan dari IDI yang meminta pemerintah untuk mempertimbangkan komponen biaya lain yang harus dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan dalam proses tes Covid-19.

"Pemerintah seharusnya mensubsidi atas kelebihan biaya yang dikeluarkan fasilitas kesehatan. Kemudian, pemerintah juga harus menjamin tersedianya alat tes dengan harga terjangkau dan valid hasilnya untuk menekan biaya. Jika ada produksi dalam negeri yang bagus, kenapa harus gunakan yang impor?" lanjutnya.

Selain itu, Netty pun berharap pemerintah dapat memastikan kualitas penatalaksanaan rapid test di pusat-pusat pelayanan kesehatan.

"Upaya mengendalikan tarif rapid test harus diikuti dengan menggencarkan pengawasan agar alat tes benar-benar valid, akurat dan berkualitas. Pastikan akurasi alat test dan bahannya serta harus dilakukan oleh tenaga kesehatan," ujarnya.

Terkait info maraknya penjualan alat rapid test melalui lapak e-commerce, Netty mengingatkan pemerintah agar menertibkan penjualan secara bebas di lapak tersebut.

"Perlu ditertibkan agar tidak merugikan masyarakat. Kita tidak tahu bagaimana standar akurasinya, dari mana sumbernya. Lebih baik masyarakat melakukan tes di fasilitas kesehatan resmi yang melayani permintaan rapid test," jelasnya.

Netty pun mendorong pemerintah agar semakin sigap dalam melakukan upaya terobosan penanganan Covid-19. Terlebih, Indonesia sempat mencetak rekor penambahan kasus sebesar 2.657 pada Kamis lalu (9/7/2020).

"Saya melihat masyarakat makin banyak mendatangi pusat keramaian, mengabaikan penggunaan masker, dan berperilaku seolah Indonesia sudah aman dari ancaman Covid-19. Saya berharap ini tidak jadi petaka," tandasnya.

Sebagai informasi, jumlah kasus positif terpapar virus corona di Indonesia per Minggu (12/7/2020) adalah sebanyak 75.699 kasus.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Psikolog: Orang Tua Harus Bijak Pilih Kegiatan Anak di Masa Pandemi

Orang tua disarankan membuat kegiatan bervariasi yang bersifat kognitif, afektif, sosial, maupun psikomotorik yang disesuaikan dengan usia anak.

NASIONAL | 12 Juli 2020

Jubir Covid-19 Simalungun, Sumut Positif Covid-19

Akmal Harif bersama keluarganya menjalani perawatan di rumah sakit khusus penananganan Covid-19.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Pandemi Covid-19 Bukan Kesempatan Tidak Bayar Utang

Jangan lari dari tanggung jawab membayar utang dan bersembunyi di balik pandemi Covid-19.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Kendalikan Covid-19, Jokowi Minta Masifkan 3T di 8 Provinsi

Presiden Jokowi juga meminta jumlah peralatan PCR test harus ditingkatkan dengan menambah jumlah laboratorium di daerah dan mobile laboratorium PCR.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Tahun Ajaran Baru, 400.000 Siswa SMA Sederajat di Jatim Ikuti MPLS Daring

"Saya harap para siswa tetap bisa memulai tahun ajaran baru ini dengan semangat dan gembira meski dalam situasi yang masih darurat kesehatan ," ujar Khofifah.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Tes Swab Kedua, 98 Personel Secapa TNI AD Negatif Covid-19

Dengan demikian, total pasien positif Covid-19 di Secapa AD hingga Senin (13/7/2020) pagi sebanyak 1.182 orang.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Jokowi Prihatin Jumlah Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi

Jokowi meminta penanganan pandemi Covid-19 harus dilakukan evaluasi. Harus ada tindakan yang cepat untuk mengendalikan kenaikan kasus positif Covid-19.

NASIONAL | 13 Juli 2020

SMC 4.0 Online Wadah Kompetisi Anak untuk Terus Berprestasi di Tengah Pandemi

Kegiatan SMC ini dimaksudkan agar semakin banyak anak anak yang senang dan selalu bersemangat serta terbiasa mengikuti kompetisi matematika.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Diduga Terlibat Kasus Prostitusi, Artis FTV Dìtangkap di Medan

HH diperiksa penyidik guna dilakukan pengembangan lebih lanjut.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Kemdikbud Anggarkan Rp 3,5 T untuk "Kawinkan" Vokasi dengan Dunia Kerja

Vokasi dan industri harus benar-benar link dan match.

NASIONAL | 13 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS