Penyidikan Maria Pauline Terhambat

Penyidikan Maria Pauline Terhambat
Penangkapan Maria Pauline Lumowa tersangka kasus pembobolan Bank BNI 1,7 Triliun Rupiah, Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis, 9 Juli 2020. (Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah)
Farouk Arnaz / JAS Senin, 13 Juli 2020 | 17:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidikan tersangka pembobol Bank BNI, Maria Pauline Lumowa, tak berjalan mulus. Pasalnya warga negara Belanda ini belum didampingi pengacara.

“Penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka (Maria) namun sampai pertanyaan terkait dengan pendampingan apa yang bersangkutan pada saat pemeriksaan dilakukan didampingi oleh penasihat hukum,” kata Karo Penmas Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri Senin (13/7/2020).

Saat ditanya ini yang bersangkutan pada intinya meminta pendampingan dari penasehat hukum yang rencananya disediakan oleh Kedubes Belanda.

“Namun karena (pengacara itu) belum ada sehingga penyidikan dihentikan dan tertunda. Ini hak tersangka dan kita sangat menghormati terkait dengan proses ini,” imbuhnya.

Di sisi lain sudah ada 12 saksi yang diperiksa termasuk rekan terpidana maupun saksi dari pihak BNI 46.

“Kalau ditanya target kita juga secepatnya untuk menyelesaikan karena kalau memang dilihat dari jangka waktu kedaluwarsanya kan tahun depan,” imbuh Awi.

Seperti diberitakan kasus Maria berawal saat pemilik PT Gramarindo Group itu mendapat mendapat pinjaman BNI cabang Kebayoran Baru pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003.

Bank pelat merah ini mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta euro—atau setara Rp 1,7 triliun dengan kurs saat ini—kepada mereka. Aksi PT Gramarindo Group bisa mulus karena dibantu orang dalam bank.

Pada 2003 BNI pusat mengendus sesuatu yang tidak beres dalam transaksi keuangan PT Gramarindo Group. Mereka menggunakan L/C fiktif untuk mendapatkan kredit.

Kasus L/C fiktif inilah yang kemudian dilaporkan ke Mabes Polri. Rekan Maria bernama Adrian Woworuntu,
oknum polisi, dan oknum internal BNI pun ditangkap dan telah divonis sementara Maria kabur tak lama saat kasus ini disidik.

Maria licin bagai belut termasuk kini jadi warga negara Belanda sebelum kini akhirnya ia pun terpeleset dan tertangkap di Serbia. Kini Maria disidik kembali oleh Bareskrim.

WN Belanda itu dijerat Pasal 2 Ayat 1 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor dengan ancaman pidana seumur hidup dan Pasal 3 Ayat 1 Undang-undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Pencucian Uang.



Sumber: BeritaSatu.com