Antisipasi Penularan Covid-19 Lewat Udara

Menko PMK: Hindari Kerumunan di Ruang Tertutup

Menko PMK: Hindari Kerumunan di Ruang Tertutup
Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto: Humas Kemenko PMM)
Lenny Tristia Tambun / FER Senin, 13 Juli 2020 | 19:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mengantisipasi penularan virus corona atau Covid-19 melalui udara di ruangan tertutup, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengimbau, pertemuan di ruangan tertutup dibatasi. Termasuk, durasi khotbah salat Jumat atau khotbah di tempat ibadah lain juga dikurangi.

"Saya imbau, setiap pertemuan tolong dibatasi, terutama yang tertutup. Agar jangan sampai mikrodroplet tidak bisa segera keluar dari ruangan. Termasuk juga khotbah Jumat atau khotbah di ruang tempat ibadat lain, sebaiknya dipersingkat. Termasuk juga bacaan yang biasanya panjang-panjang, kalau bisa diperpendek untuk menghindari mikrodroplet,” kata Muhadjir Effendy.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir seusai ratas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang Percepatan Penanganan Dampak Pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/7/2020).

Muhadjir menjelaskan, sudah sejak lama ada temuan ilmuwan dari Jepang, bahwa kemungkinan besar penularan virus corona melalui mikrodroplet. Menurutnya, mikrodroplet adalah partikel-partikel kecil yang dikeluarkan ketika manusia sedang berbicara.

"Kalau mikrodroplet yang turun, tapi yang ini (mikrodroplet) mengapung-apung, dan inilah yang berbahaya. Terutama kalau dia ada di ruang tertutup apalagi ber-AC,” ujar Muhadjir Effendy.

Mikrodroplet yang berada di ruang tertutup dan ber-AC, lanjut Muhadjir, diketahui mampu bertahan mengapung di udara sekitar 20 menit.

"Jadi kalau misalnya penceramah dia positif, dia ngomong satu jam di dalam ruang tertutup. Kita bisa bayangkan berapa juta atau milyar virus corona berterbangan. Kemudian, orang kalau enggak pakai masker, bisa mengisap itu. Hal itu menjadi sumber mikrodroplet yang sudah disampaikan,” jelas Muhadjir Effendy.

Penularan virus corona melalui udara tersebut, menurut Muhadjir Effendy, telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Karena itu, WHO sudah akui, rekomendasi, jadi kemungkinan adanya aerosol penularan dengan partikel-partikel kecil yang disebut mikrodroplet itu. Maka itu, tambahan dari protokol kesehatan kita adalah hindari kerumunan di ruang tertutup, yang ventilasinya tidak cukup baik dan tidak boleh lama-lama di ruang tertutup itu,” papar Muhadjir Effendy.



Sumber: BeritaSatu.com