Petugas Pemilu di Bantul dan Sleman Reaktif Covid-19

Petugas Pemilu di Bantul dan Sleman Reaktif Covid-19
Ilustrasi Pilkada 2020. (Foto: SP/Muhammad Reza)
Fuska Sani Evani / JAS Senin, 13 Juli 2020 | 19:20 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) untuk pemilu di Kabupaten Bantul telah menjalani rapid test Covid-19 dan dari 2.081 PPDP, 120 petugas harus diganti menjelang pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih, karena menunjukkan hasil reaktif.

Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho mengatakan, kewajiban menjalani tes cepat massal untuk PPDP ini sesuai surat KPU RI Nomor 540/PP.04.2-SD/01/KPU/VII/2020. Karenanya , untuk melaksanakan tahapan coklit data pemilih dijadwalkan digelar 15 Juli hingga 13 Agustus mendatang, pihaknya harus mengganti petugas yang reaktif.

“Diperkirakan akan bertambah, karena beberapa kecamatan masih menggelar tes cepat massal,” katanya, Senin (13/07/2020).

“Calon pengganti PPDP juga terlebih dahulu melakukan rapid test,” katanya.

Didik mengatakan coklit akan dilaksanakan dari rumah ke rumah, namun petugas tidak akan masuk dalam rumah atau hanya tatap muka di teras rumah. Meski begitu, KPU Bantul tetap mengutamakan protokol kesehatan Covid-19.

“PPDP saat melakukan coklit akan dibekali dengan alat pelindung diri [APD] berupa masker, pelindung wajah (face shield) dan sarung tangan sekali pakai. Hal ini sebagai bagian penerapan protokol kesehatan,” ucapnya.

Sementara di Kabupaten Sleman, tujuh (7) anggota Pengawas Pemilu harus dikarantina selama 14 hari, setelah reaktif terhadap rapid test.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman Abdul Karim Mustofa mengatakan, tes cepat kepada seluruh Panwas Pilkada, memang ada tujuh orang yang reaktif.

Tujuh orang tersebut, terdiri dari dua orang Panwascam dan lima orang Panwaslu Desa.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi mengatakan, gugus tugas siap untuk berkoordinasi dengan penyelenggara Pilkada Serentak 2020, baik itu KPU maupun Bawaslu dan lainnya dalam upaya pemenuhan protokol kesehatan Covid-19.

"Termasuk untuk fasilitasi karantina di selter bagi PPDP maupun panwas yang harus menjalani karantina karena saat tes cepat hasilnya reaktif," katanya.

Sedang di Kabupaten Gunungkidul, 1.005 petugas penyelenggara Pilkada Serentak juga telah menjalani rapid test dan hasilnya seratus persen nonreaktif.

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani membenarkan, pada 8 Juli beberapa waktu lalu, penyelenggara pemilu dari komisioner KPU sampai PPS telah menjalani rapid test, dan hasilnya seluruhnya non reaktif.

Tes tersebut dilakukan kepada seluruh komisioner KPU Gunungkidul dan pegawai KPU sebanyak 33 orang, PPK dan sekretariatan PPK sebanyak 108, PPS dan sekretariat PPS sebanyak 864 orang. 



Sumber: BeritaSatu.com