Gugus Tugas: Penambahan Kasus Positif Covid-19 Hasil Tracing Masif

Gugus Tugas: Penambahan Kasus Positif Covid-19 Hasil Tracing Masif
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Foto: BNPB)
Dina Manafe / YUD Senin, 13 Juli 2020 | 19:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jumlah orang yang terinfeksi virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Hari ini, Senin (13/7) penambahan kasus positif baru sebanyak 1.282 orang, sehingga totalnya menjadi 76.981.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan juga Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, kasus positif yang teridentifikasi dalam beberapa minggu terakhir adalah hasil pelacakan atau tracing contact yang dilakukan secara masif. Selain tracing, pihaknya juga melakukan upaya pemeriksaan laboratorium secara masif.

“Sebagian besar kasus yang kita dapatkan adalah kasus-kasus yang tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit,” kata Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Senin (13/7).

Menurut Yurianto, masih banyaknya orang yang tidak patuh melaksanakan protokol kesehatan menjadi penyebab penambahan kasus baru terus terjadi. Misalnya pemakaian masker, banyak sekali yang belum melakukannya secara disiplin dan konsisten.

Menurutnya, kunci pencegahan penularan Covid-19 ada pada kesungguhan dalam mematuhi protokol kesehatan, yaitu menjaga jarak setidak-tidaknya satu sampai dua meter dengan orang lain. Kemudian, penggunaan masker secara benar.

Oleh karena itu tak henti-hentinya Yurianto berpesan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Untuk mereka yang terpapar virus agar melaksanakan kegiatan isolasi secara mandiri di rumah. Harus dipastikan isolasi rumah dilakukan dengan benar dan ketat, sehingga dalam 14 hari bisa didapatkan hasil negatif. Setelah dua kali pemeriksaan negatif, maka seseorang yang positif dinyatakan sembuh.

“Kami mengingatkan sekali lagi bahwa, upaya untuk mengendalikan sebaran ini kuncinya ada di kita,” kata Yurianto.

Yurianto menekankan pentingnya penggunaan masker setiap keluar rumah atau berada di tengah banyak orang. Kendati mereka yang ada di sekitar adalah orang yang dikenal atau kerabat, tetapi penggunaan masker dan jaga jarak wajib dilakukan. Pasalnya, menurut Yurianto, saat ini ada tren di mana banyak kasus positif yang ditemukan dari orang tanpa gejala (OTG) atau dengan gejala minim.

Menurut Yurianto, tidak ada yang mengetahui atau mendeteksi siapa yang membawa virus di dalam dirinya dan berada di sekitar kita. Oleh karena itu, selalu pakai masker, sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan jaga jarak. Setiap individu diminta proaktif untuk mematuhi etika berada di ruang publik, seperti kendaraan umum, tempat kerja, pasar, dan lain-lain.

“Kami memberikan beberapa contoh yang mungkin lebih mudah, bahwa penularan ini bisa dari droplet yang ukurannya kecil yang bisa melayang di udara dalam waktu yang relatif lama. Apalagi, ruangan itu tanpa sirkulasi udara sama sekali,” katanya.

Sementara itu, jumlah kasus konfirmasi positif per hari ini dilaporkan sebanyak 1.282, sehingga totalnya di Indonesia menjadi 76.981. Penambahan kasus baru ini didapat dari pemeriksaan spesimen sebanyak 13.100 spesimen. Sedangkan total kasus sembuh hari ini sebanyak 1.051 orang, sehingga secara akumulasi totalnya menjadi 36.689 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia bertambah 50 orang, sehingga totalnya menjadi 3.656 orang.



Sumber: BeritaSatu.com