PDIP Nilai Jokowi Tunjuk Prabowo Sebagai Langkah Maksimalkan TNI

PDIP Nilai Jokowi Tunjuk Prabowo Sebagai Langkah Maksimalkan TNI
Presiden Joko Widodo didampingi Menhan Prabowo Subianto setibanya di bandara Tjilik Riwut untuk meninjau perkembangan Food Estate dan penanganan COVID-19, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis, 9 Juli 2020. (Foto: Istimewa)
Markus Junianto Sihaloho / YUD Senin, 13 Juli 2020 | 21:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Ono Surono mengatakan bahwa penunjukkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai leading sector dalam pengembangan lumbung pangan di Kalimantan Tengah harus dilihat sebagai sebuah langkah politik presiden dalam mengintegrasikan kebijakan pengembangan pangan nasional. Tidak melulu berpandangan sempit soal panggung politik bagi Prabowo, PDIP justru melihat faktor penugasan TNI demi mensukseskan program itu.

Menurut Ono, Pemerintah sudah berhasil belajar dari data-data pertanian yang ada supaya hal yang terjadi di masa lalu tak terjadi. Dengan melibatkan berbagai lembaga, adalah sebuah langkah yang harus didukung dan diawasi sehingga bisa berjalan dengan baik.

"Jadi berarti sekarang Pemerintah sudah menetapkan kebijakan berdasarkan data," kata Ono, Senin (13/7/2020).

Dijelaskannya, sebenarnya sejak 5 tahun yang lalu, TNI sudah dilibatkan dalam pendampingan petani di berbagai daerah. Dan Prabowo, sebagai Menhan, membawahi TNI. Di tengah dengan sistem demokrasi dimana setiap orang bebas sampaikan pendapat apapun, TNI lewat Babinsa bisa memerankan pihak yang mengajak keterlibatan masyarakat secara maksimal.

"Bagi kami Menhan tak terkait HKTI-nya, tapi Pak Jokowi menginginkan sesuatu yang tak linier dan as usual, tapi sebuah langkah progresif di bidang pertanian. Menurut saya perlu kita coba bagaimana peran Menhan melalui TNI dimaksimalkan," kata Ono.

Menurut dia, tak mudah untuk mengorganisir para petani untuk terlibat di dalam proyek itu. Maka bisa dipahami bahwa pelibatan TNI menjadi krusial. Yang diingatkan PDIP, bahwa segala sesuatunya harus dilaksanakan berbasis riset pertanian yang kuat. "Dan tentunya kita harus awasi bersama-sama," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto, menyatakan penunjukkan Prabowo itu sudah tepat. Sebab yang bersangkutan memang memiliki perhatian khusus di bidang pangan. Dan tugasnya adalah mensinergikan pekerjaan itu dengan berbagai lembaga lainnya.

"Sudah tepat. Tinggal bagaimana Pak Prabowo mensinergikan kerjanya dengan kementerian dan lembaga lain yang terlibat," kata Yandri.



Sumber: BeritaSatu.com