Kasus Covid-19 di Sumut Bertambah 44 Orang

Kasus Covid-19 di Sumut Bertambah 44 Orang
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". (Foto: AFP / Alberto Pizzoli)
Arnold H Sianturi / FER Senin, 13 Juli 2020 | 23:10 WIB

Medan, Beritasatu.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan, proses pelacakan atau tracing secara meluas sedang dilakukan petugas kesehatan atas penambahan jumlah pasien positif Covid-19.

Baca Juga: Penambahan Kasus Positif Covid-19 Hasil Tracing Masif

Langkah tersebut, termasuk melacak kontak fisik Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Runtung Sitepu bersama Wakil Rektor I Rosmayati dan anggota Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Darma Bakti, yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sumut, Whiko Irwan menyampaikan, dalam kurun waktu 24 jam, ada penambahan sebanyak 44 kasus baru dari sebelumnya sebanyak 2.323 orang. Saat ini, jumlah pasien positif di Sumut sebanyak 2.367 orang dengan perincian 126 orang meninggal dunia, sembuh 577 orang dan selebihnya masih dirawat. Untuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 284 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 2.212 orang.

"ODP ini merupakan hasil tracing dari pasien positif Covid-19. Selain melakukan tracing, upaya lain yang dilakukan adalah melakukan penyemprotan disinfektan. Baik itu di Gedung Rektor USU, lingkungan kampus, tempat tinggal maupun lokasi lainnya. Upaya ini lebih efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona," ujar Whiko Irwan, Senin (13/7/2020).

Baca Juga: Rumah Sakit di Sumut Mulai Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

Whiko mengungkapkan, penambahan positif corona dari Kota Medan sebanyak 31 orang, Deli Serdang 6 orang, Simalungun 3 orang, Asahan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Toba, masing-masing bertambah 1 orang. Pasien meninggal bertambah Deli Sersang dan Toba, masing-masing 1 orang. Sementara itu, kesembuhan dari Mesan 4 orang, Deli Serdang 7 orang, Serdang Bedagai 1 orang dan Pematang Siantar 1 orang.

"Penambahan kasus positif Covid-19 ini merupakan hasil tracing dan pemeriksaan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) secara masif. Karena itu, masyarakat harus meningkatkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Upaya ini lebih efektif dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona," sebutnya.



Sumber: BeritaSatu.com