Ini Respons Sinar Mas atas Gugatan Freddy Widjaja

Ini Respons Sinar Mas atas Gugatan Freddy Widjaja
Managing Director Sinar Mas G. Sulistiyanto (Foto: Investor Daily / David Gita Roza)
Anselmus Bata / AB Selasa, 14 Juli 2020 | 11:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.comSinar Mas Group memberi respons atas gugatan yang diajukan Freddy Widjaja, anak pendiri grup usaha tersebut, Eka Tjipta Widjaja.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (14/7/2020), Managing Director Sinar Mas, G Sulistiyanto menyatakan gugatan Freddy Widjaja atas perusahaan-perusahaan Sinar Mas tidak ada hubungannya dengan almarhum Eka Tjipta Widjaja, karena penggugat tidak memiliki saham di perusahaan-perusahaan tersebut.

"Gugatannya tidak mempunyai dasar hukum. Jadi pada dasarnya, Sinar Mas tidak ada sangkut pautnya dalam persoalan keluarga Bapak Eka Tjipta Widjaja dalam kasus gugatan ini," katanya. 

G Sulistiyanto juga menyatakan bahwa Freddy Widjaja adalah anak luar kawin dari Eka Tjipta Widjaja dan Lidia Herawaty Rusli. Freddy pun telah mendapatkan haknya sebagai penerima wasiat sesuai dengan surat wasiat Eka Tjipta Widjaja.

Sebelumnya, Freddy Widjaja menggugat warisan/wasiat di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Gugatan didaftarkan pada 16 Juni 2020 dengan nomor perkara 301/Pdt.G/2020/PN Jkt.

Dalam web PN Jakarta Pusat, antara lain disebutkan Freddy menggugat Indra Widjaja, Teguh Ganda Widjaja, Muktar Widjaja, Djafar Widjaja, dan Franky Oesman Widjaja. Penggugat meminta pengadilan menyatakan bahwa penggugat dan tergugat adalah ahli waris yang sah dari almarhum Eka Tjipta Widjaja. Penggugat juga meminta pengadilan menghukum tergugat untuk membagi harta waris menurut hukum perdata masing-masing setengah bagian. 

Harta waris almarhum adalah PT Smart (Sinar Mas Agro Resources and Technology) Tbk dengan nilai aset Rp 29,3 triliun dengan laba kotor tahun 2018 Rp 4,63 triliun; PT Sinar Mas Multi Artha dengan nilai aset Rp 100,66 triliun dengan laba kotor tahun 2018 Rp 1,6 triliun; Sinar Mas Land dengan nilai aset tahun 2019 sekitar Rp 116,36 triliun; PT Bank Sinar Mas Tbk dengan nilai aset pada September 2019 Rp 37,39 triliun; PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dengan nilai aset tahun 2018 sebeaar Rp 131,26 triliun; dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Rp 44,47 triliun.

Kemudian, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry dengan nilai aset tahun 2018 sebesar Rp 29,96 triliun; PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk dengan nilai aset sebesar Rp 16,2 triliun; Asia Food and Properties Limited dengan estimasi nilai aset Rp 80 triliun; China Renewable Energy Investment Limited dengan nilai aset tahun 2019 sebesar Rp 5,3 triliun; PT Golden Energy Mines Tbk dengan nilai aset tahun 2019 Rp 11,7 triliun; serta Paper Excellence BV Netherlands dengan nilai aset Rp 70 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com