Mahfud: Tim Pemburu Koruptor Tidak Melibatkan KPK

Mahfud: Tim Pemburu Koruptor Tidak Melibatkan KPK
Mahfud MD. (Foto: Antara)
Robertus Wardy / WBP Selasa, 14 Juli 2020 | 18:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com  – Menko Polhukam Mahfud MD mengemukakan tim pemburu koruptor yang dibentuk Kemko Polhukam tidak melibatkan KPK. Alasannya, KPK adalah lembaga khusus yang memiliki tugas spesial dalam memberantas korupsi.

“KPK itu lembaga tersendiri. Yang diburu oleh KPK tentu nanti dikoordinasikan tersendiri karena bagaimanapun KPK itu adalah lembaga yang merupakan lembaga khusus di bidang pemberantasan korupsi. Dan mungkin sudah punya langkah-langkah sendiri, akan kami koordinasikan,” kata Mahfud di kantor Kemko Polhukam, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Ia mengaku telah mengaktifkan kembali Tim Pemburu Koruptor untuk memburu aset para tersangka atau terpidana yang melarikan diri atau yang bersembunyi atau yang disembunyikan. Tim ini pernah ada sebelumnya tetapi tidak diperpanjang karena masa kerjanya habis. Dengan munculnya buronan Djoko Tjandra bulan Juni lalu, tetapi kemudian hilang lagi, maka tim itu perlu dibentuk kembali. Salah satunya untuk menangkap buronan sekaligus koruptor Djoko Tjandra.

“Karena cantelan-nya itu adalah Inpres maka sekarang Inpres tentang tim pemburu aset dan pemburu tersangka dan terpidana koruptor dan tindak pidana lain itu sudah ada di tangan Kemko Polhukam sehingga secepatnya nanti segera dibentuk tim itu. Tentu dengan menampung semua masukan masyarakat karena ini perlu kerja bareng. Ndak boleh berebutan dan tidak boleh saling sabot, tetapi berprestasi pada posisi tugas masing-masing lembaga atau aparat yang oleh undang-undang ditugaskan untuk melakukan itu,” jelas Mahfud.

Dia menegaskan tim akan melibatkan Kejaksaan Agung, Kepolisian Republik Indonesia, dan Kemkumham. Tim juga berisi Kemdagri karena juga menyangkut masalah kependudukan dan melibatkan lembaga atau kementerian teknis lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com