Kasus Laporan BPK Vs Benny Tjokro, Polisi Periksa Tiga Saksi

Kasus Laporan BPK Vs Benny Tjokro, Polisi Periksa Tiga Saksi
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (3/6/2020). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan untuk enam orang terdakwa Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartomo Tirto. (Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta)
Farouk Arnaz / WBP Selasa, 14 Juli 2020 | 19:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com— Polisi masih menyelidki laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pernyataan terdakwa Benny Tjokrosaputro (BT) sebelum persidangan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

“Laporan BPK soal BT saat ini sudah memasuki tahap pemeriksaan. Sudah ada tiga saksi yang diperiksa yakni ahli pidana dan bahasa. Kita ketahui bersama saat ini saudara BT masih terlibat kasus Jiwasraya,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Baca juga: BPK Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Jiwasraya

Seperti diberitakan, BPK melapor setelah ketua dan wakil ketua BPK disebut Benny melindungi aset-aset milik Group Bakrie. Tak terima dengan pernyataan ini, BPK menggelar jumpa pers dan melaporkan Benny ke Bareskrim Polri Senin (29/6/2020) lalu. Laporan tersebut diterima polisi. Pasal yang dilaporkan adalah Pasal 207, 310 , dan 311 KUHP.

Menurut BPK tidak benar pihaknya melindungi pihak tertentu. BPK sudah clear dalam menghitung total kerugian negara akibat korupsi PT Asuransi Jiwasraya dan itu sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung.

Benny sebelumnya menyatakan ada andil emiten milik Bakrie Group dalam kasus Jiwasraya. Sebab Jiwasraya pernah berinvestasi ke emiten grup Bakrie. Namun anehnya menurut Benny emiten Bakrie tak disentuh.

Ia menuding bahwa BPK melindungi Bakrie dari kasus Jiwasraya. “Yang nutupi Ketua dan Wakil Ketua BPK yang udah pasti kroninya Bakrie," kata Benny sebelum persidangan kasus Jiwasraya, Rabu (24/6/2020) lalu.

Kasus Jiwasraya memang terus berkembang. Kejaksaan Agung telah menetapkan 13 perusahaan manajer investasi dan Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berinisial FH sebagai tersangka.

 



Sumber: BeritaSatu.com