Polisi: Artis HH Bisa Dijadikan Tersangka Prostitusi

Polisi: Artis HH Bisa Dijadikan Tersangka Prostitusi
Artis HH menyampaikan permohonan maaf atas kasus prostitusi yang menimpanya, Selasa 14 Juli 2020. (Foto: Beritasatu.com / Arnold Sianturi)
Arnold H Sianturi / FMB Rabu, 15 Juli 2020 | 11:25 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan masih mencari alat bukti lain untuk menjerat artis FTV Hana Hanifah (HH) sebagai tersangka dugaan kasus prostitusi online.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengakui, pihaknya menemukan sejumlah chat dan bukti transfer dari sejumlah orang terkait kasus tersebut.

"Ini yang masih didalami apakah transaksi ini secara langsung ke HH atau melalui muncikari. Sangat memungkinkan akan dijadikan tersangka," ujar Riko, Selasa (14/7/2020) malam.

Riko mengungkapkan, pihaknya tidak mau terburu-buru untuk menjerat HH sebagai tersangka dalam kasus dugaan prostitusi online tersebut.

"Kita belum bisa memberikan kesimpulan atas temuan sejumlah chat dan transferan dana itu. Ini masih dilakukan pendalaman. Jika terbukti langsung dijadikan tersangka," tegasnya.

Dalam kasus itu, Polrestabes Medan masih menetapkan R (35) sebagai tersangka dalam kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis ibu kota, HH dengan seorang pria berinisial A (35).

"Untuk HH dan A, teman satu kamarnya di dalam sebuah kamar hotel, ditetapkan sebagai saksi. HH dan A merupakan korban. Ditetapkan sebagai saksi karena keterangannya perlu didalami lagi," ujar Riko.

Riko mengatakan, tersangka R resmi ditahan karena sebagai muncikari dalam kasus prostitusi online. R bekerja sama dengan seorang muncikari yang tinggal di Jakarta, berinisial J. R dijanjikan akan diberi imbalan sebesar Rp 4 juta. Petugas kepolisian sedang mengejar rekan tersangka tersebut.

"Keberadaan tersangka J (buron) ini sudah diketahui. J dan HH sudah saling kenal dan sering bertemu di salah satu kafe di Senayan. J yang berprofesi sebagai fotografer ini menawarkan R membantu HH selama di Medan. Tersangka R juga yang menjemput HH di Bandara Kualanamu," katanya.

Menurutnya, R ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar Pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007, tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. "Dia kaki tangan J. Ada barang bukti 5 handphone Android," sebutnya. 



Sumber: BeritaSatu.com