Tiap Tahun Surplus, Produksi Pertanian Kabupaten Pati Melimpah

Tiap Tahun Surplus, Produksi Pertanian Kabupaten Pati Melimpah
ilustrasi petani di sawah. (Foto: istimewa)
Stefi Thenu / JEM Rabu, 15 Juli 2020 | 12:16 WIB

Semarang, Beritasatu.com – Produksi pertanian di Kabupaten Pati, Jawa Tengah setiap tahun selalu melimpah. Produksi padi di kabupaten berjuluk "Pati Bumi Mina Tani" ini, selalu mengalami surplus. Hal itu karena Pati memiliki luas lahan hijau yang mampu menopang produksi pertanian dengan maksimal.

"Produksi pertanian khususnya padi di sini mencapai 350 ribu ton setiap tahun. Sedangkan kebutuhan pangan hanya 150 ribu ton setiap tahun. Jadi, kami setiap tahun surplus beras,’’ ujar Wakil Bupati Pati, Syaiful Arifin, Rabu (15/7).

Menurut Syaiful Arifin, setiap tahun produksi pangan di Pati selalu surplus, karena memiliki Kajian Lingkungan Hidup Strategis tentang rencana tata ruang 2010-2030. Dalam kajian itu, Kabupaten Pati memiliki luas lahan 150 ribu hektare. Perinciannya, Kabupaten Pati memiliki 59.299 hektare lahan sawah, 60.453 hektare lahan pertanian nonsawah, dan 30.755 hektare lahan bukan pertanian.

Meski begitu, kata Syaiful Arifin, kelebihan lahan hijau ini berakibat pada lambatnya pembangunan fisik di Kabupaten Pati. Dia mengakui, pihaknya kesulitan mendatangkan investor karena terbentur aturan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dari Kementerian Pertanian.

"Jadi kita tidak bisa maju seperti daerah lain. Kita gimana mau maju, mau datangin investor, lahan di sini masih hijau semua," ujar Syaiful Arifin.

Sementara di sisi lain, kata Syaiful Arifin, Kabupaten Pati memiliki 1,3 juta penduduk yang juga harus ditingkatkan kebutuhan ekonomi mereka. Menurutnya, selain tetap menggenjot sektor produksi pertanian, Kabupaten Pati berkeinginan memacu pertumbuhan di sektor industri.

"Jangan di pertanian terus, karena penduduk kita sudah 1,3 juta. Kita tidak hanya tanam, terus jual, dan sebagainya. Kita tetap mau menguatkan di sana. Tapi, di sisi lain, kita masih ketinggalan di masalah investasi," bebernya.

Pihaknya meminta Pemerintah Pusat memberi kelonggaran terkait kewajiban untuk menjaga Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Pati. Syaiful Arifin meminta Pemerintah membolehkan Pati melakukan pembangunan fisik di atas lahan hijau.

"Kita butuh pertumbuhan dan memang kita pro investasi. Jangan sampai orang masuk mau bikin perumahan pusing gara-gara lokasinya banyak yang masih hijau. Mohon disuport, kita mau berkembang," tegasnya.

Di sisi lain, Kmenterian Pertanian sangat mengapresiasi pemerintah daerah dalam mencegah alih fungsi lahan, terlebih pertanian di Pati memang sangat baik. Untuk itu kementan mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama cegah alih fungsi lahan tersebut.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pun menegaskan, menjaga eksisting lahan pertanian ini demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia secara mandiri.

"Boleh ada perumahan, boleh ada hotel, tapi tidak boleh merusak lahan pertanian yang ada," ujar Mentan SYL beberapa waktu lalu.

Syahrul Yasin Limpo mendorong penegak hukum melaksanakan Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian berkelanjutan. Mentan berharap dengan penerapan aturan tersebut mampu mengurangi pengalihfungsian lahan pertanian.  

 



Sumber: BeritaSatu.com