Brigjen Polri Dipastikan Keluarkan Surat Jalan Djoko Tjandra

Brigjen Polri Dipastikan Keluarkan Surat Jalan Djoko Tjandra
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Farouk Arnaz / RSAT Rabu, 15 Juli 2020 | 15:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Institusi Polri dibuat malu dan ‘dihajar’ Djoko S Tjandra. Selain tidak bisa menangkap buronan kakap itu ternyata dipastikan satu jenderalnya ikut "bermain" dalam skandal ini.

Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo dipastikan mengeluarkan surat jalan bagi buronan kakap itu.

Namun menurut Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri Rabu (15/7/2020), “surat itu atas inisiatif sendiri (Prasetyo) tanpa seizin pimpinan.” Belum jelas apa motifnya.

Prasetyo, yang lama dinas di Div Hubinter Polri, kini tengah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polri. Jika terbukti dalam pemeriksaan maka Prasetyo akan dicopot.

Belum jelas juga apakah apakah Prasetyo juga punya peranan menghapus nama Djoko dari red notice Interpol. Namun red notice itu sudah “hilang” sejak 2014. Selama ini red notice diurus oleh Ses NCB yang berada di bawah Div Hubinter.

Ketika ditanya apakah surat jalan ini satu paket dengan penghapusan red notice?

Argo menjawab,  sekarang ada pemeriksaan, kemudian nanti siapa-siapa saja yang akan diperiksa yang ada kaitannya, kemudian nanti akan kita lihat, apakah ada kesalahan atau tidak di dalam prosedur yang dilakukan oleh anggota ini.

Seperti diberitakan Djoko S Tjandra adalah buronan kasus pengalihan hak tagih Bank Bali. Ia di vonis hukuman dua tahun penjara. Sehari sebelum putusan dibacakan, Djoko kabur dari Indonesia ke Papua Nugini. Belakangan ia disebut berganti kewarganegaraan di sana.

Yang menyakitkan buron Kejaksaan Agung sejak 2009 ini tiba-tiba muncul di Indonesia. Namanya kembali ramai diperbincangkan ketika ia mendaftarkan peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020.

Ia pun ditetapkan buron hingga hari ini. Keberadaannya kini tak lagi diketahui dan kembali membuat kontroversi baru setelah ia sempat mencetak KTP dan paspor Indonesia.

Surat jalan itu diduga digunakan Djoko untuk naik pesawat di tengah Covid-19. Surat itu berisi keterangan perjalanan dari Jakarta ke Pontianak, Kalimantan Barat pada 19 Juni dan kembali pada 22 Juni 2020.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com