Dukung Parlemen Modern, Setjen DPR Luncurkan Buku RITIK

Dukung Parlemen Modern, Setjen DPR Luncurkan Buku RITIK
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menyerahkan buku RITIK kepada para pejabat kesekjenan DPR RI di Gedung Setjen DPR RI, Jakarta, Rabu (15/7/2020). (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 15 Juli 2020 | 19:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI telah meluncurkan lima buku rencana induk teknologi informasi dan komunikasi (RITIK) pada Rabu (15/7/2020). Sekjen DPR RI Indra Iskandar mengatakan penguatan teknologi informasi ini berperan penting untuk mewujudkan parlemen modern.

Dirinya menuturkan, peluncuran kelima buku RTIK juga merupakan bagian dari roadmap Setjen DPR RI untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai supporting system dewan.

"RITIK ini menjadi salah satu sarana ke depan untuk menguatkan teknologi informasi dalam rangka mendukung dewan, baik terkait persidangan, maupun dukungan terkait data,” jelas Indra usai laporan pelaksanaan RITIK di Gedung Setjen DPR RI, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Indra menilai hal ini menjadi titik awal bagi Setjen DPR RI dalam mempercepat modernisasi dukungan terhadap dewan. Ada tiga persyaratan dalam proses modernisasi sebuah instansi yakni sumber daya manusia (SDM), organisasi, dan teknologi. Pemenuhan persyaratan organisasi dan teknologi informasi mengasumsikan adanya SDM yang kuat. Untuk itu, pihaknya terus mendorong penguatan teknologi informasi.

Baca juga: Setjen DPR Gandeng BSSN Tingkatkan Keamanan Data Siber

Ia menambahkan, Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Setjen DPR RI sudah sejak lama mempersiapkan diri untuk melaksanakan RITIK dengan tuntas hingga tahun 2024 mendatang.

“RITIK ini menyeluruh, penggunaan aplikasi atau tool, smart card untuk dewan yang sudah kami lakukan belakangan, itu sebagian kecil dari pelaksanaan proses RITIK. Namun yang lebih besar dari itu, kami tengah mempersiapkan big data ke depan yang akan menjadi induk semua teknologi informasi di dewan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Setjen DPR RI telah menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk meningkatkan keamanan data siber. Dukungan kerja pegawai Setjen DPR RI, lanjut Indra, juga harus memacu penggunaan TIK sebagai sarana.

“Kalau tidak dipercepat, kita akan ketinggalan sekali. Karena untuk men-trace data secara manual akan lama dan akan tidak akurat. Dengan demikian, melalui RITIK ini juga akan mempercepat dukungan terhadap dewan,” tutup Indra.



Sumber: BeritaSatu.com