Nasdem Desak RUU PKS Kembali Dimasukkan dalam Prolegnas

Nasdem Desak RUU PKS Kembali Dimasukkan dalam Prolegnas
Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Perempuan dan Anak, Amelia Anggraini. (Foto: istimewa)
Yeremia Sukoyo / CAH Rabu, 15 Juli 2020 | 19:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Nasdem menganggap Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang dicabut dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2020 merupakan RUU yang sangat diperlukan untuk melindungi perempuan dan anak.

"Urgensi RUU PKS untuk memberikan hak rasa aman, hak untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi serta perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual. Perlu diketahui bahwa korban kekerasan seksual ini tidak hanya terjadi pada perempuan, tetapi juga pada anak-anak," kata Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Perempuan dan Anak, Amelia Anggraini di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Baca Juga: Ahmad Sahroni Sesalkan Penundaan Pengesahan RUU PKS

Dirinya pun menyayangkan keputusan DPR yang mengeluarkan RUU PKS dari Prolegnas Prioritas 2020. Padahal, di sisi lain jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak setiap tahun cenderung meningkat.

"Melihat urgensi serta kebutuhan masyarakat, DPP Partai Nasdem Bidang Perempuan dan anak minta RUU Penghapusan Kekerasan Seksual untuk tetap dipertahankan dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2020. Semua demi menjaga dan melindungi hak warga negara dari tindak kekerasan, baik seksual, fisik maupun emosional," ujarnya.

Baca Juga: Fraksi Nasdem DPR Perjuangkan RUU PKS

Sebelumnya, Badan Legislasi (Baleg) DPR dalam rapat evaluasi Prolegnas Prioritas 2020 dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), sudah menarik 16 RUU dari Prolegnas Prioritas Tahun 2020. Salah satu RUU yang ditarik dari Prolegnas Prioritas, yakni RUU PKS.

 



Sumber: BeritaSatu.com