Mahfud: Polri Harus Tindak Pemberi Surat Jalan Djoko Tjandra

Mahfud: Polri Harus Tindak Pemberi Surat Jalan Djoko Tjandra
Mahfud MD (Foto: BeritaSatu Photo / Uthan AR)
Robertus Wardy / YUD Rabu, 15 Juli 2020 | 19:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menko Polhukam Mahfud MD menyerahkan ke internal Polri untuk memroses sekaligus memberi sanksi kepada oknum polisi yang memberikan surat jalan ke buronan Djoko Tjandra. Dia hanya mengingatkan agar Polri memprosesnya secara transparan.

“Saya kira sudah ada aturan hukumnya ada peraturan dispilinnya di lingkungan polri atau di semua lingkungan pemerintahan. Saya kira zaman sekarang menyelesaikannya harus terbuka, enggak bisa akal-akalan karena masyarakat juga sudah pinter. Kita tunggu aja tindakan dari Polri,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Sebelumnya, Mahfud telah meminta Kejagung dan Polri untuk mencari dan menangkap Djoko, baik secara bersama-sama maupun menurut kewenangannya masing-masing. Siapa saja yang menangkap duluan atau bisa bersama-sama.

“Malu negara ini kalau dipermainkan oleh Djoko Tjandra. Kepolisian kita yang hebat masa enggak bisa nangkap. Kejagung yang hebat seperti itu masa enggak bisa nangkap gitu,” tegas Mahfud pekan lalu.

Di tempat terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut Kepala Biro Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Brigjen Prasetijo Utomo yang membantu pelarian Djoko S Tjandra telah dicopot dari jabatannya.

“Dicopot dari jabatannya,” kata Argo pada Rabu (15/7/2020).

Sementara terkait pembentukan Tim Pemburu Koruptor yang menimbulkan pro dan kontra, Mahfud menyebut hal itu wajar dalam sebuah negara demokrasi. sebelum diputuskan, pasti ada pro dan kontra. Hal seperti itu sangat baik untuk mendapatkan masukan dari masyarakat.

“Itu tandanya demokrasi. yang berlaku nanti adalah keputusan rapat resmi. Proses demokrasi, proses politik, tukar opini siapa aja boleh ngomong. Saya akan mengerjakan ini terus secara serius tapi tetap perhatikan saran-saran dari masyarakat,” tutup Mahfud.



Sumber: BeritaSatu.com