Lima Provinsi Ini Dinilai Baik dalam Penanganan Pengendalian Covid-19

Lima Provinsi Ini Dinilai Baik dalam Penanganan Pengendalian Covid-19
Presiden Jokowi. (Foto: istimewa)
Yustinus Paat / CAH Rabu, 15 Juli 2020 | 22:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Saat memberikan pengarahan dalam pertemuan dengan Gubernur se-Indonesia membahas Percepatan Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (15/7/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi kepada lima provinsi.

Jokowi memuji kelima provinsi ini karena dinilai baik dalam penanganan dan pengendalian Covid-19. Kelima provinsi tersebut adalah DI Yogyakarta, Bangka Belitung, Aceh, Sumatra Barat, dan Gorontalo.

Baca Juga: Kumpulkan Gubernur, Jokowi: Segera Terapkan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

“Saya mengapresiasi kerja provinsi-provinsi, Bapak-Ibu sekalian para Gubernur, dan dalam penanganan Covid-19 ini dari seluruh parameter yang kita miliki memang DIY (D.I. Yogyakarta) yang paling baik, Pak Wagub, nggih. Bangka Belitung, juga masuk. Ini yang lima besar yang baik. Aceh juga masuk, yang ketiga. Sumbar juga masuk, dan Gorontalo. Ini dengan parameter-parameter yang dimiliki oleh Gugus Tugas Pusat,” ungkap Jokowi dalam arahannya yang dilansir di Setkab.go.id, Rabu (15/7/2020).

Namun bukan berarti, provinsi lainnya tidak baik dalam menangani dan mengendalikan pandemi Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Menurut, Jokowi, provinsi-provinsi lain di Indonesia sudah melakukan pengendalian yang baik. Bahkan Provinsi Papua Barat dinilainya sudah berhasil dalam pengendalian Covid-19, karena banyak pasien yang sudah sembuh dan korban meninggal hanya empat orang saja.

Baca Juga: Jokowi Ajak Perwira Remaja TNI-Polri Selesaikan Krisis Covid-19

Pada kesempatan itu, Kepala Negara menegaskan target dunia sekarang ini adalah bagaimana menekan angka kematian dan meningkatkan kesembuhan setinggi-tingginya. “Dua ini yang sekarang dikejar oleh negara-negara di dunia. Karena apa, mengendalikan kasus positif Covid-19 sangat sulit. Jadi penekanannya ada di dual itu,” ujar Jokowi.

Namun disamping dua hal tersebut, negara-negara di dunia juga terus berupaya mengendalikan pertambahan kasus positif Covid-19 meski sangat sulit. Justru pemerintah dari negara-negara tersebut, menginginkan ketiga hal itu dapat dilakukan secara bersamaan. Karena kalau ketiganya bisa dilakukan, maka positivity rate bisa diturunkan.

“Tapi kalau bisa tiga-tiganya, kasus positifnya turun, berarti positivity rate-nya, persentasenya juga turun tetapi angka kesembuhan dinaikkan, angka kematian diturunkan serendah-rendahnya. Ini bukan hal yang gampang,” tutur Jokowi.

 



Sumber: BeritaSatu.com