Presiden Jokowi Kritik Serapan APBD 34 Provinsi Masih di Bawah 50%

Presiden Jokowi Kritik Serapan APBD 34 Provinsi Masih di Bawah 50%
Ilustrasi APBD (Foto: Beritasatu.com)
Lenny Tristia Tambun / CAR Rabu, 15 Juli 2020 | 23:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeritik serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 34 Provinsi yang masih dibawah 50%. Belanja yang dilakukan pemerintah daerah (pemda), padahal sangat berkontribusi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di Kuartal III/2020.

“Saya berharap belanja-belanja yang ada ini, harus dipercepat. Karena itu akan menaikkan konsumsi domestik kita, konsumsi rumah tangga kita yang di kuartal kedua ini turun, anjlok,” kata Presiden saat memberikan pengarahan dalam pertemuan dengan gubernur se-Indonesia membahas Percepatan Penyerapan APBD Tahun 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (15/7/2020).

Kepala Negara mengingatkan uang Pemda yang ada di bank masih mencapai Rp170 triliun. Menurutnya itu jumlah yang sangat besar sekali. Presiden melakukan pengecekan realisasi serapan anggaran pemda maupun kementerian, hasilnya tidak ada peningkatan.

“Perlu saya ingatkan, uang Pemda yang ada di bank itu masih Rp170 triliun, gede sekali ini. Saya sekarang cek harian. Kementerian saya cek harian, berapa realisasi, ketahuan semuanya. Kemarin saya ulang lagi, ini enggak ada peningkatan, saya baca semuanya sekarang. Kementerian ini berapa persen, belanja modalnya baru berapa persen. Harian pun sekarang ini saya pegang, provinsi, kabupaten, dan kota,” ungkap Presiden.

Presiden pun membacakan realisasi APBD dari masing-masing provinsi, mulai dari provinsi yang penyerapannya tertinggi hingga yang terendah. Semua realisasi penyerapan APBD 34 provinsi yang dibacakan Jokowi, masih berada dibawah 50%.

Presiden juga menyebutkan sejumlah provinsi yang serapan belanja modalnya masih rendah, di antaranya, Sulawesi Tenggara 5,6%, Papua 4,8%, Maluku 10,3%, Nusa Tenggara Timur 19,6%, Kalimantan Barat 5,5% dan Aceh 8,9%.

“Masih rendah-rendah sekali, hati-hati. Birokrasi kita harus kita ajak, agar ada speed di sini. Hati-hati, ini kalau tidak kita ingatkan, belanja modalnya masih rendah-rendah semuanya. Ini yang juga kemarin saya ingatkan kepada menteri,” kata Presiden.

Berikut data realisasi penyerapan APBD:
1. DKI Jakarta 45%;
2. Nusa Tenggara Barat 44%
3. Sumatra Barat 44%
4. Gorontalo 43%
5. Kalimantan Selatan 43%
6. Bali 39%
7. Kalimantan Tengah, 38%
8. Banten 37%
9. Kepulauan Riau 35%
10. Sulawesi Selatan 34%
11. Lampung 32%
12. Papua Barat 32%
13. Kalimantan Utara 31%
14. Bangka Belitung 31%
15. Kalimantan Timur 31%
16. Jawa Timur 30%
17. Sulawesi Utara 29%
18. Jambi 28%
19. Bengkulu 27%
20. Sulawesi Tengah 27%
21. DIY 27%
22. Jawa Tengah 27%
23. Riau 27%
24. Sumatra Utara 25%
25. Jawa Barat 24%
26. Sulawesi Barat 24%
27. Aceh 23%
28. Kalimantan Barat 22%
29. Maluku 21%
30. Nusa Tenggara Timur 21%
31. Maluku Utara 17%
32. Papua 17%
33. Sulawesi Tenggara 16%
34. Sumatra Selatan 16%

 



Sumber: BeritaSatu.com