Berbagai Upaya Belum Mampu Hentikan Covid-19, Ibas: Kita Berharap Vaksin

Berbagai Upaya Belum Mampu Hentikan Covid-19, Ibas: Kita Berharap Vaksin
Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Carlos KY Paath / CAR Kamis, 16 Juli 2020 | 10:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono mengungkap banyak negara di dunia mengambil langkah-langkah untuk menekan transmisi Covid-19 dan menyelamatkan nyawa warganya. Berbagai upaya itu ternyata belum mampu menghentikan Covid-19.

“Sampai pada akhirnya kita berharap vaksin itu ada di muka bumi ini,” kata pria yang akrab dipanggil Ibas ini saat Rapat Banggar di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/7).

Ibas menyatakan kesehatan merupakan prioritas utama. Demikian halnya sektor ekonomi pun perlu mendapat perhatian. “Karena tanpa sehat dan tanpa adanya kegiatan perekonomian kita akan menjadi lebih sulit,” ujarnya.

“Ibas menuturkan Covid-19 dapat menulai melalui udara. Ibas menegaskan seluruh pihak sangat berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. “Tetapi kenyataannya kita memang sulit dan masih jauh dari berakhir,” ucap ketua Fraksi Partai Demokrat DPR ini.

Ibas optimistis setiap menteri yang ditugaskan menangani Covid-19 dapat memberi pencerahan sekaligus solusi kepada masyarakat. Ibas mengajak seluruh pihak untuk bersatu dan bergotong royong. “Tidak hanya cukup kesabaran memimpin, tetapi juga perlu ada kesabaran dipimpin,” kata Ibas.

Ibas pun menyebut, “Tidak hanya perlu kemurahan hati memimpin, tapi juga perlu ada kemurahan hati yang dipimpin. Di bulan-bulan ini, di tahun-tahun berikutnya hingga vaksin itu ada, sampai dengan virus ini terhenti. Kita harus tetap berwaspada dan disiplin.”

Ibas menyatakan beberapa kalangan masih meragukan bahwa Covid-19 merupakan musuh utama. Keraguan itu muncul bukan hanya di Indonesia, tapi juga dunia. Ibs mendorong pemerintah secara serius mengambil tindakan jitu, preventif, dan tepat.

“Jika pemerintah tidak menjalankan dan mengkomunikasikan itu dengan baik, maka jangankan kita mencoba menekan transmisi, Indonesia akan menjadi negara yang eskalasi penyebarannya sangat cepat dan luas,” kata Ibas.



Sumber: BeritaSatu.com