Curahan Hujan Tinggi, BPBD Sulteng Tetapkan Siaga Bencana

Curahan Hujan Tinggi, BPBD Sulteng Tetapkan Siaga Bencana
Ilustrasi banjir. (Foto: Antara / Asprilla Dwi Adha)
John Lory / JEM Kamis, 16 Juli 2020 | 11:33 WIB

Palu, Beritasatu.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini sedang siaga bencana alam menghadapi curah hujan cukup tinggi dan merata di wilayah provinsi itu.

"Ya semua BPBD kabupaten dan kota siaga bencana karena curah hujan cukup tinggi di semua wilayah Sulteng,” kata Kepala BPBD Sulteng Bartholomeus Tandigala, Rabu (15/7/2020).

Khusus masalah logistik, kata Batholomeus, tidak perlu dikhawatirkan, sebab masih tersedia dalam jumlah memadai sampai akhir tahun mendatang.

Logistik dimaksud antara lain bahan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, susu, gula dan lainnya. Begitu juga dengan tenda, selimut, peralatan dapur dan obat-obatan.

"Kalau logistik tidak akan kekurangan. Kalaupun di kabupaten/kota logistik menipis, BPBD Provinsi siap untuk membantu termasuk menyalurkan ke titik-titik bencana alam," ujarnya.

Selain logistik, BPBD setempat juga gencar melakukan sosialisasi mitigasi bencana di setiap daerah. Meski kegiatan tersebut berbeda dengan sebelum pandemi Covid-19, sosialisasi dilakukan dalam setiap pertemuan dengan masyarakat.

"BPBD kabupaten dan kota melibatkan aparat kecamatan dan desa/kelurahan, selanjutnya pihak kecamatan dan desa serta kelurahan yang akan menyosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.

Diketahui, kurun satu pekan terakhir ini, banjir terus melanda beberapa daerah di Provinsi Sulteng. Banjir terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur hampir merata di seluruh wilayah Sulteng.

Sejumlah daerah di Sulteng diterjang banjir meliputi Kabupaten Morowali Utara, Morowali, Parigi Moutong, Tolitoli, dan Kabupaten Sigi. Hingga kini belum ada rincian kerugian material yang dialami baik pemerintah maupun masyarakat terdampak bencana alam banjir.

Bartholomeus terus mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrim yang berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih akan terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Sulteng yang banyak memiliki sungai dan struktur tanah labil. 

 



Sumber: BeritaSatu.com