DIY Terbaik Tangani Covid-19 Sultan HB X: Itu Peran Masyarakat

DIY Terbaik Tangani Covid-19 Sultan HB X: Itu Peran Masyarakat
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X. (Foto: Beritasatu Photo / Fuska Sani Evani)
Fuska Sani Evani / CAH Kamis, 16 Juli 2020 | 17:52 WIB

 

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pemda DI Yogyakarta disebut sebagai wilayah terbaik dalam penanganan Covid-19 di Indonesia termasuk Bangka Belitung, Aceh, Sumatera Barat, dan Gorontalo. Menanggapi hal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, keberhasilan DIY dalam penanganan virus corona tidak lepas dari peran masyarakat DIY.

“Tapi itu kan sebenarnya kewajiban seluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia untuk bisa melaksanakan tugasnya dengan bertanggung jawab dan dengan baik,” Sri Sultan HB X, Kamis (16/7/2020).

Baca Juga: DIY Belum Berani Buka Bioskop di Akhir Juli Mendatang

Sultan mengungkapkan, dalam menanangani penyebaran virus corona, Pemda DIY turut melibatkan masyarakat dengan menjadikannya sebagai subjek dalam setiap kebijakan.

“Karena jangan sampai masyarakat merasa diperintah kon ngalor-ngidul (disuruh ke utara-selatan). Masyarakat yang menjadi subjek, karena hakikatnya yang sakit ya masyarakat sendiri, kalau sehat ya masyarakat juga,” tegas Sultan.

Upaya peningkatan kesadaran ini, Pemda DIY melibatkan lurah, Babinsa, dan bhabinkamtibmas, untuk mendata setiap pendatang. Melalui pendataan ini, masyarakat ikut berpartisipasi dalam memutus penularan Covid-19.

Baca Juga: Malioboro Mulai Ramai, Gubernur DIY Ingatkan Protokol Kesehatan

“Artinya, bukan karena saya berkuasa, lalu mengeluarkan keputusan semau saya, tetapi masyarakat sendiri yang antisipasi. Sekarang sebenarnya kesadaran masyarakat memakai masker sudah cukup tinggi. Kalau saya keliling rata-rata pakai masker,” ucap Sultan.

Ditambahkan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo, menjadi penyemangat sekaligus tantangan yang harus dipertahankan agar penanganan Covid-19 di DIY lebih baik.

“Seluruh tim, kolaborasi antara pemerintah daerah, kabupaten dan kota, sampai ke desa. Lebih dari itu yang paling penting bagaimana kita bisa melibatkan masyarakat untuk bisa menjaga secara mandiri,” katanya.

 



Sumber: BeritaSatu.com