Bos Harita Group Mangkir dari Pemeriksaan KPK
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Bos Harita Group Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Kamis, 16 Juli 2020 | 18:34 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pemilik Harita Group, Lim Hariyanto Wijaya Sarwono mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (16/7/2020).

Lim sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait pemberian izin kuasa pertambangan eksplorasi, eksploitasi, serta izin operasi produksi nikel di Kabupaten Konawe Utara pada 2007-2014 yang menjerat mantan Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Aswad Sulaiman.

"Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, saksi ASW (Aswad Sulaiman) tidak hadir," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2020).

Ali menyatakan, hingga saat ini, Lim Hariyanto tak menyampaikan keterangan apapun kepada penyidik KPK mengenai alasannya tidak memenuhi panggilan pemeriksaan.

"(Belum diperoleh informasi (atas ketidakhadirannya)" kata Ali.

Selain Lim, Arif Kurniawan selaku karyawan PT Dua Delapan Resources yang juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama juga mangkir dari pemeriksaan tim penyidik pada hari ini. Ali Fikri memastikan tim penyidik bakal menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap keduanya.

"Keduanya akan dijadwalkan ulang, sesuai kebutuhan penyidik," ungkap Ali.

Diketahui, KPK menetapkan Aswad Sulaiman sebagai tersangka atas dua kasus dugaan korupsi berbeda. Penetapan ini dilakukan setelah KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dalam proses penyelidikan dan melakukan gelar perkara.

Untuk kasus pertama, Aswad selaku Bupati Konawe Utara periode 2007-2009 dan 2011-2016 ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian Izin Kuasa Pertambangan Eksplorasi dan Eksploitasi serta Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dari Pemerintah Kabupaten Konawe Utara tahun 2007-2014.

Akibatnya keuangan negara ditaksir menderita kerugian sekurangnya Rp 2,7 triliun yang berasal dari penjualan hasil produksi nikel yang diduga diperoleh akibat proses perizinan yang melawan hukum.

Tak hanya itu, KPK juga menetapkan Aswad sebagai tersangka kasus dugaan suap izin kuasa pertambangan di lingkungan Pemkab Konawe Utara. Selama periode 2007-2009, Aswad diduga menerima suap senilai Rp 13 miliar dari sejumlah perusahaan yang mengajukan izin kuasa pertambangan kepada Pemkab Konawe Utara.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tambah 8, Kasus Positif Covid-19 di DIY Jadi 404

Penambahan kasus baru Covid-19 di DIY sebagian besar juga merupakan hasil tracing dari pasien positif.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Dapat Rekomendasi dari PDIP, Gibran: Doakan yang Terbaik

DPP PDIP dikabarkan telah memberikan rekomendasi bagi pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso di Pilkada mendatang.

NASIONAL | 16 Juli 2020

DIY Terbaik Tangani Covid-19 Sultan HB X: Itu Peran Masyarakat

Sultan HB X mengungkapkan dalam menangani penyebaran Covid-19, Pemda DIY turut melibatkan masyarakat dengan menjadikannya sebagai subjek dalam setiap kebijakan.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Berantas Politik Uang di Pilkada, Bawaslu Gandeng KPK

Bawaslu menggandeng KPK guna mengawasi politik uang di Pilkada 2020.

NASIONAL | 16 Juli 2020

KPK Periksa Bupati Labuhan Batu Utara

Pemeriksaan Bupati Labuhan Batu Utara, Khairuddin Syah Sitorus dilakukan KPK terkait kasus dugaan korupsi dana perimbangan keuangan daerah pasa RAPBN-P 2018.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Panen Raya di Masa Pandemi, Jateng Surplus 2,8 Juta Ton Beras

Meski ekonomi secara umum menurun drastis di masa pandemi Covid-19, namun sektor pertanian di Jateng tetap mampu bertahan. Beras di Jateng mencatatkan surplus.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Survei: Warga Banggai Opitimistis Pemkab Bisa Atasi Dampak Pandemi Covid-19

Temuan survei menggambarkan ada lima apresiasi positif atas kinerja pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Banggai.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Miliki Sertifikat ISO Anti-Suap Bukan Jaminan Perusahaan Tak Korupsi

Terdapat BUMN yang meraih skor tinggi dalam penilaian good corporate governance (GCG) justru tersandung kasus korupsi di KPK.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Permudah Layanan di Sektor Transportasi Laut, Kemhub Luncurkan Aplikasi Sehati

Kemhub meluncurkan aplikasi Sehati untuk memfasilitasi dan mempermudah seluruh proses layanan pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Djoko Tjandra Pernah Sambangi Mabes Polri?

Djoko Tjandra diduga sempat memasuki Mabes Polri guna menjalani tes Covid-19.

NASIONAL | 16 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS