Dihukum 4 Tahun Penjara, Wawan Tidak Terbukti Cuci Uang

Dihukum 4 Tahun Penjara, Wawan Tidak Terbukti Cuci Uang
Tubagus Chaeri Wardana. (Foto: Antara)
Fana Suparman / YUD Kamis, 16 Juli 2020 | 20:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman empat tahun pidana penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan terhadap Komisaris Utama PT Bali Pasific Pragama (BPP) Tubagus Chaeri Wardana Chasan. Pria yang akrab disapa Wawan ini juga dihukum pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 58,025 miliar subsider satu tahun penjara.

Baca juga: Wawan Klaim Telah Jadi Pengusaha sebelum Atut Jadi Gubernur Banten

Majelis Hakim menyatakan Wawan terbukti bersalah melakukan korupsi terkait pengadaan Alkes RS Rujukan Pemerintah Provinsi Banten pada Dinkes Provinsi Banten 2012 dan pengadaan alkes kedokteran umum Puskesmas Kota Tangsel APBD-P 2012. Menurut majelis hakim perbuatan Wawan itu terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo. Pasal 65 ayat (1) KUH Pidana.

Namun, Majelis Hakim menyatakan Wawan tidak terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada periode 2005-2012, sebagaimana dakwaan komulatif kedua dan ketiga.

Baca juga: Didenda Ratusan Miliar, Wawan Minta Solusi ke Majelis Hakim

Majelis hakim menggugurkan dakwaan tersebut lantaran Jaksa Penuntut Umum tidak bisa membuktikan dugaan TPPU yang dilakukan wawan. Menurut Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum hanya menyimpulkan nilai dakwaan tersebut secara global yang diperoleh dari proyek-proyek yang diperoleh Wawan dalam kurun tahun 2005 sampai tahun 2012. Akan tetapi, penuntut umum tidak menguraikan kerugian negara terkait proyek-proyek tersebut.

"Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan komulatif kedua dan dakwaan komulatif ke tiga tersebut," kata Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani saat membacakan amar putusan terhadap Wawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Saksi Sebut Wawan Tak Berwenang Rotasi Pejabat Dinas

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut agar Wawan dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 5 miliar subsider satu tahun kurungan. Dalam menjatuhkan hukuman, majelis hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, Majelis Hakim menilai perbuatan Wawan tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Hal-hal yang meringankan, Terdakwa sopan selama persidangan, terdakwa mempunyai tanggungan keluarga," kata Hakim.
Atas putusan Hakim ini, Wawan maupun Jaksa KPK menyatakan pikir-pikir.



Sumber: BeritaSatu.com