Memberantas Korupsi di Indonesia Merupakan Perjuangan yang Panjang

Memberantas Korupsi di Indonesia Merupakan Perjuangan yang Panjang
Erry Riyana Hardjapamengkas (Foto: Antara/Widodo S.Jusuf)
Fana F Suparman / AO Kamis, 16 Juli 2020 | 20:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas mengatakan, upaya memberantas korupsi di Indonesia bukanlah perjuangan 10 atau 20 tahun. Perjuangan memberantas korupsi, kata Erry yang kini menjabat sebagai Chairman of Advisory Committee CAC Indonesia/IICD Trustee Board, merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan waktu 50 tahun atau bahkan lebih.

"Pemberantasan korupsi bukan perjalanan singkat. Bukan perjalanan 10 tahun atau 20 tahun, tetapi perjalanan mungkin 50 tahun atau satu generasi," kata Erry saat menjadi moderator dalam webinar bertema "Understanding How to Prevent Corruption in New Reality" yang disiarkan Beritasatu TV, Rabu (15/7/2020).

Erry mencontohkan pemberantasan korupsi yang terjadi di Singapura dan Hong Kong. Dengan jumlah penduduk yang lebih sedikit dan birokrasi yang lebih ramping dibandingkan Indonesia, Singapura dan Hong Kong membutuhkan waktu 30 hingga 40 tahun untuk memberantas korupsi.

"Contoh klasik adalah Singapura dan Hong Kong dengan kecilnya negara mereka. Dengan jumlah penduduk yang sedikit dan pemerintahan yang ringkas dan ramping itu saja perlu 30 hingga 40 tahun dari negara yang penuh dengan korupsi dan pemberantasan penyelundupan, mafia, dan sebagainya sampai dengan menjadi seperti sekarang," katanya.

Erry mengatakan, upaya memberantas korupsi tidak dapat dilakukan sendiri oleh KPK atau aparat penegak hukum lain. Upaya memberantas korupsi membutuhkan peran serta seluruh elemen bangsa, mulai dari penyelenggara negara dan aparat birokrasi, sektor swasta, akademisi, media, dan masyarakat sipil.

"It takes two to tango. Untuk menari tango, kita memerlukan dua orang. Tidak bisa satu orang. Birokrasi digoda oleh swasta, swasta menggoda birokrasi, atau birokrasi minta digoda swasta. Oleh karena itu, dua-duanya harus disadarkan," katanya.

Dikatakan Erry, tugas pihaknya saat ini adalah menggalang agar sektor swasta dapat berpegang teguh menjalankan roda bisnis tanpa korupsi. Erry optimistis dengan kerja sama seluruh elemen bangsa agenda pemberantasan korupsi dapat terus berjalan.

"Kita harus optimistis karena tidak ada pilihan lain yang harus kita jaga adalah konsistensi dan keberlanjutan agenda pemberantasan korupsi," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com