Buntut Kasus Djoko Tjandra, Propam Periksa Ses NCB-Interpol

Buntut Kasus Djoko Tjandra, Propam Periksa Ses NCB-Interpol
Djoko Tjandra. (Foto: Antara / STR)
Farouk Arnaz / YUD Kamis, 16 Juli 2020 | 20:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kabareskrim Komjen Listyo Sigit mengatakan jika Ses NCB-Interpol Brigjen Nugroho Wibowo juga turut diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri terkait kasus Djoko Tjandra.

“Rangkaian kegiatan pemeriksaan sudah dilakukan. Sudah bergeser pemeriksaan soal red notice. Munculnya surat kesehatan JC (Djoko) juga akan jadi bagian didalami. Tim khusus yang kita bentuk,” kata Sigit di Mabes Polri, Kamis (16/7/2020).

Bantu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Resmi Ditahan

Sigit melanjutkan bahwa dia juga membentuk tim khusus yang terdiri dari Dit Pikor, Dit Pidium, Dit Siber, dan Propam untuk memroses seluruh tindak pidana yang terjadi.

“Pemalsuan, penyalahgunaan wewenang, dan aliran dana baik di institusi Polri maupun pihak laiin,” tambah Sigit. Bareskrim bekerja secara pararel dengan penyidik Propam.

Yang unik adalah Sigit, Nugroho, dan mantan Kepala Biro Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Brigjen Prasetijo Utomo adalah rekan seangkatan di Akademi Polisi 91.

Hanya Dicopot, Apa Motif Brigjen Prasetijo Utomo Bantu Djoko Tjandra?

Seperti diberitakan Djoko pergi setelah sukses “mengobrak-abrik” dan meninggalkan noda hitam bagi Polri.

Bayangkan saja sejak dicari pada tahun 2019 oleh Kejaksaan Agung namun Djoko dengan leluasa masuk ke Indonesia, mengurus KTP-Paspor, dan mendapatkan dua surat sakti dari Polri.

Yang lebih menyakitkan, sekaligus memalukan, Djoko mendapat karpet merah itu karena ‘sponsor’ dari Prasetijo. Jenderal bintang satu inilah yang berperan dalam dua surat sakti untuk lelaki berusia 69 tahun yang licin bak belut itu.

Termasuk surat keterangan bebas Covid-19 yang ditandatangani oleh dokter H yang berdinas di Satkes Pusdokkes Polri. Surat jalan dan surat bebas Covid-19 itu digunakan Djoko untuk bisa naik pesawat.

Brigjen Polri Dipastikan Keluarkan Surat Jalan Djoko Tjandra

Dimasa pandemi ini seseorang memang diminta menunjukan kedua surat itu bila naik pesawat.

Djoko adalah buronan. Sehari sebelum putusan dibacakan, Djoko kabur dari Indonesia ke Papua Nugini. Belakangan ia disebut berganti kewarganegaraan di sana.

Buron Kejaksaan Agung sejak 2009 ini tiba-tiba muncul di Indonesia. Namanya kembali ramai diperbincangkan ketika ia mendaftarkan peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020.

Ia pun ditetapkan buron hingga hari ini. Keberadaannya kini tak lagi diketahui dan ia kembali membuat kontroversi baru.



Sumber: BeritaSatu.com